Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Hampir 500 Ribu UMKM dan Ribuan Perusahaan di Surabaya Jadi Target Sensus Ekonomi 2026

Dimas Mahendra • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menjawab sejumlah pertanyaan saat sensus ekonomi yang dilakukan BPS.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menjawab sejumlah pertanyaan saat sensus ekonomi yang dilakukan BPS.

radarsurabayabisnis.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mulai melakukan pendataan langsung atau door to door dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Melalui kegiatan ini, seluruh pelaku usaha di Kota Pahlawan menjadi sasaran pendataan, mulai dari perusahaan besar, usaha menengah, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret kondisi riil dunia usaha di Surabaya sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Menurut Arrief, terdapat sekitar 1.402 perusahaan besar dengan omzet di atas Rp50 miliar yang menjadi target pendataan. Selain itu, BPS juga menyasar sekitar 13 ribu usaha menengah dan sekitar 490 ribu UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Kota Surabaya.

Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, BPS Bakal Datangi Usaha Rumahan hingga Influencer

"Sensus Ekonomi 2026 menargetkan seluruh pelaku usaha di Surabaya, mulai dari usaha besar hingga UMKM," ujarnya.

Untuk memastikan seluruh target dapat terjangkau, BPS Surabaya menerjunkan sekitar 1.980 petugas dan pengawas lapangan. Pendataan telah dimulai sejak 1 Mei 2026, sementara metode door to door berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Hingga pertengahan Juni 2026, pendataan terhadap perusahaan besar telah mencapai sekitar 800 perusahaan. Sementara itu, dalam dua hari pertama pelaksanaan pendataan lapangan secara langsung, sebanyak 8.000 pelaku usaha telah berhasil didata.

Arrief menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan melalui sensus ini akan menjadi salah satu dasar penting dalam memetakan struktur ekonomi daerah, perkembangan sektor usaha, hingga kebutuhan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi Surabaya.

Meski demikian, BPS mengakui masih menghadapi tantangan di lapangan. Salah satunya adalah kejenuhan sebagian responden yang merasa terlalu sering dimintai data oleh berbagai lembaga.

sBaca Juga: BPS Buka Lowongan Mitra Statistik Sensus Ekonomi 2026, Simak Syarat Lengkap dan Cara Daftarnya

"Ada beberapa yang mengalami respondent burden atau bosan karena merasa didata terus. Tetapi dengan pendekatan-pendekatan yang dilakukan serta dukungan dari Pemkot Surabaya, insyaallah seluruh data yang dibutuhkan dapat kami peroleh," kata Arrief.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak masyarakat dan para pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan terbuka kepada petugas BPS.

Menurut Eri, data yang akurat sangat penting untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha secara riil. Selain itu, hasil sensus juga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan, pengembangan UMKM, hingga penyaluran berbagai bentuk bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran.

Karena itu, Eri berharap masyarakat tidak jenuh ketika didatangi petugas sensus. Ia menilai pembaruan data secara berkala merupakan langkah penting untuk memastikan pemerintah memiliki gambaran terkini mengenai kondisi ekonomi warga dan pelaku usaha di Kota Surabaya.

Dengan target hampir setengah juta UMKM dan ribuan perusahaan yang akan didata, Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu pendataan ekonomi terbesar yang pernah dilakukan di Surabaya. Pemerintah berharap hasil sensus ini mampu menghadirkan data yang akurat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Hany Akasah
#sensus ekonomi #sensus ekonomi 2026 #BPS surabaya #UMKM surabaya