Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter, Pemerintah Batal Naikkan HET

Hany Akasah • Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB
Pemerintah memastikan harga Minyakita tetap Rp15.700 per liter dan membatalkan rencana kenaikan HET.
Pemerintah memastikan harga Minyakita tetap Rp15.700 per liter dan membatalkan rencana kenaikan HET.

radarsurabayabisnis.id - Harga Minyakita dipastikan tetap berada di level Rp15.700 per liter. Pemerintah memutuskan tidak menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat tersebut meski harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global mengalami kenaikan.

Keputusan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok. Pemerintah memilih fokus memperkuat distribusi dan pasokan Minyakita dibanding melakukan penyesuaian harga.

Baca Juga: Harga CPO Naik dari Rp12.400 Jadi Rp15.445, HET Minyakita Berpotensi Naik dalam 2 Pekan

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa hingga saat ini HET Minyakita masih tetap Rp15.700 per liter dan belum ada keputusan untuk menaikkannya.

"Sampai saat ini tidak ada kenaikan HET Minyakita. Harganya masih Rp15.700 per liter," kata Budi dalam keterangan resmi, Kamis (18/6).

Menurut Budi, langkah yang kini menjadi prioritas adalah memastikan Minyakita tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, pemerintah akan memperkuat jalur distribusi melalui Perum Bulog dan ID FOOD.

Keterlibatan dua BUMN pangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan Minyakita di pasar rakyat, toko pengecer, hingga daerah-daerah yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan. Dengan distribusi yang lebih baik, harga Minyakita juga diharapkan tetap sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Harga Minyakita Akan Naik Pekan Depan, Harga CPO Melonjak Tajam

Selain memperluas distribusi, pemerintah berupaya menjaga pasokan Minyakita agar tidak terganggu oleh kebutuhan program bantuan pangan. Untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, pemerintah berencana menggunakan minyak goreng merek lain yang saat ini masih dibahas bersama sejumlah produsen.

Pemerintah juga meminta produsen meningkatkan produksi minyak goreng merek alternatif atau second brand. Langkah ini dilakukan untuk menambah pilihan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat sekaligus mengurangi tekanan terhadap pasokan Minyakita.

Upaya tersebut dilakukan di tengah tingginya kebutuhan minyak goreng nasional dan fluktuasi harga komoditas global. Pemerintah berharap distribusi yang lebih merata dapat mencegah kelangkaan, menjaga stabilitas pasokan, serta menekan disparitas harga antarwilayah.

Sebelumnya, pemerintah sempat mewacanakan kenaikan HET Minyakita dalam rapat koordinasi bidang pangan pada awal Juni 2026. Wacana tersebut muncul sebagai respons atas kenaikan harga CPO dunia yang menjadi bahan baku utama minyak goreng.

Namun hingga pertengahan Juni 2026, pemerintah memutuskan mempertahankan harga Minyakita Rp15.700 per liter. Fokus kebijakan kini diarahkan pada penguatan distribusi, peningkatan pasokan domestik, dan menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Keputusan tersebut menegaskan bahwa stabilitas harga minyak goreng dan ketersediaan pasokan masih menjadi prioritas utama pemerintah di tengah gejolak harga komoditas global.

Editor : Hany Akasah
#harga minyak goreng #MinyaKita #bulog #HET Minyakita #ID Food