RADAR SURABAYA BISNIS - Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur pada Rabu (17/06), sejumlah komoditas bahan pangan pokok di tingkat konsumen terpantau mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Tren kenaikan ini terjadi merata pada sektor pangan utama, mulai dari beras, minyak goreng, hingga produk susu dan bumbu dapur, yang memicu perhatian masyarakat terkait stabilitas harga pangan di wilayah tersebut.
Komoditas utama seperti beras mengalami kenaikan tipis namun merata di seluruh lini. Harga beras premium tercatat naik dari Rp14.949 menjadi Rp14.973 per kilogram, sementara beras medium juga mengalami peningkatan sebesar Rp25 menjadi Rp12.975 per kilogram.
Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas gula kristal putih yang merangkak naik ke angka Rp17.219 per kilogram, serta minyak goreng curah yang kini dibanderol seharga Rp20.511 per kilogram. Bahkan, minyak goreng subsidi pemerintah, MINYAKITA, ikut mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp16.389 per liter.
Di sektor produk peternakan dan hasil pertanian lainnya, kenaikan harga yang cukup signifikan terlihat pada telur ayam kampung yang melonjak menjadi Rp46.361 per kilogram. Di sisi lain, harga daging sapi paha belakang mengalami kenaikan tipis menjadi Rp124.923 per kilogram.
Sebaliknya, komoditas pangan impor seperti kedelai impor mengalami kenaikan harga menjadi Rp12.625 per kilogram, yang disusul oleh lonjakan harga jagung pipilan kering sebesar 1,60% menjadi Rp7.993 per kilogram, serta kenaikan tertinggi pada garam beryodium jenis bata yang melonjak hingga 3,73% menjadi Rp1.999 per buah.
Tidak hanya bahan pangan segar, produk olahan susu juga mengalami penyesuaian harga di pasar. Susu kental manis merk Indomilk naik menjadi Rp12.431 per kaleng, sementara produk susu bubuk instant mengalami lonjakan yang cukup terasa bagi konsumen.
Susu bubuk melonjak hingga mencapai antara Rp40.940 sampai Rp42.110 per dus, di tengah fluktuasi ini, masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah strategis guna mengontrol dan menstabilkan pasokan pangan agar lonjakan harga tidak terus berlanjut dan membebani daya beli konsumen. (nov/han)
# Let's double check the numbers and details from the two images to make sure the script is perfectly accurate.
# Image 1 (image_b25f42.png):
# Date: 2026-06-17 10:16:08
# Context: Harga Rata-Rata Provinsi Jawa Timur di Tingkat Konsumen
# Items with increases:
# - Beras Premium: 14.949 -> 14.973 (+25, +0.17%)
# - Beras Medium: 12.950 -> 12.975 (+25, +0.20%)
# - Gula Kristal Putih: 17.210 -> 17.219 (+10, +0.06%)
# - Minyak Goreng Curah: 20.453 -> 20.511 (+58, +0.28%)
# - Minyak Goreng MINYAKITA: 16.366 -> 16.389 (+23, +0.14%)
# - Daging Sapi Paha Belakang: 124.862 -> 124.923 (+61, +0.05%)
#
# Image 2 (image_b25f21.png):
# - Telur Ayam Kampung: 46.236 -> 46.361 (+126, +0.27%)
# - Susu Kental Manis Merk Indomilk: 12.397 -> 12.431 (+35, +0.28%)
# - Susu Bubuk Merk Bendera (Instant): 41.785 -> 42.110 (+325, +0.78%)
# - Susu Bubuk Merk Indomilk (Instant): 40.594 -> 40.940 (+346, +0.85%)
# - Jagung Pipilan Kering: 7.867 -> 7.993 (+126, +1.60%)
# - Garam Beryodium Bata: 1.927 -> 1.999 (+72, +3.73%)
# - Kedelai Impor: 12.581 -> 12.625 (+44, +0.35%)
print("Data verified.")
Data verified.