Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Minyak Dunia Mendadak Turun, Pasar Tak Percaya Damai AS-Iran

Hany Akasah • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:31 WIB
Meski ada perkembangan positif, pelaku industri pelayaran menilai arus kapal di Selat Hormuz belum akan pulih dalam waktu dekat.
Meski ada perkembangan positif, pelaku industri pelayaran menilai arus kapal di Selat Hormuz belum akan pulih dalam waktu dekat.

radarsurabayabisnis.id - Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (16/6) meski Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan awal untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Pelaku pasar masih menunggu kepastian implementasi perjanjian tersebut, terutama terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak global.

Minyak mentah Brent turun 0,53 persen menjadi US$82,74 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,41 persen ke level US$80,44 per barel.

Baca Juga: Kabar Baik dari Beras, Kabar Buruk dari Cabai dan Minyak Goreng, Catatan Inflasi Mei 2026

Sebelumnya, harga minyak sempat menguat tipis sebelum berbalik turun, bahkan sempat menyentuh level terendah sejak 4 Maret 2026.

Pasar Masih Menunggu Kepastian Kesepakatan AS-Iran

Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi spekulasi mengenai rincian kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang disepakati sementara pada Minggu (14/6).

Dalam kerangka perdamaian tersebut, kedua negara sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sekaligus membuka kembali Selat Hormuz bagi seluruh aktivitas pelayaran internasional.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kerangka perdamaian tersebut telah ditandatangani saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Évian-les-Bains.

Baca Juga: Minyak dan Ikan Segar Naik Bersamaan, Varian Curah serta Tongkol Bikin Ibu Rumah Tangga Putar Otak

Ia juga menyatakan Selat Hormuz akan dibuka penuh mulai Jumat (19/6) tanpa pungutan dari Iran. Penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada hari yang sama.

Selat Hormuz Belum Dipastikan Kembali Normal

Meski ada perkembangan positif, pelaku industri pelayaran menilai arus kapal di Selat Hormuz belum akan pulih dalam waktu dekat.

CEO Mitsui OSK Lines, Jotaro Tamura, mengatakan perusahaan pelayaran masih membutuhkan kepastian keamanan di lapangan sebelum kembali mengoperasikan kapal secara normal melalui jalur tersebut.

Yang dibutuhkan bukan hanya kesepakatan politik, tetapi implementasi nyata di lapangan agar perusahaan pelayaran merasa aman.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Karena itu, setiap gangguan maupun perkembangan geopolitik di kawasan tersebut selalu berdampak langsung terhadap pergerakan harga minyak global.

Operator Kapal Masih Bersikap Hati-hati

Perusahaan pelayaran asal Jerman, Hapag-Lloyd, menyambut positif kesepakatan damai AS-Iran dan berharap empat kapalnya dapat melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan ini.

Meski demikian, sebagian besar operator kapal tanker diperkirakan masih memilih menunggu selama beberapa pekan hingga kondisi keamanan benar-benar dinilai stabil.

Sikap hati-hati tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pasar belum sepenuhnya optimistis terhadap prospek pasokan minyak dunia.

G7 Bahas Konflik Timur Tengah

Upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan G7 yang dimulai hari ini.

Pelaku pasar kini menantikan pengumuman resmi mengenai nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan akan disampaikan dalam pekan ini. Dokumen tersebut diyakini menjadi penentu arah pergerakan harga minyak dunia dalam jangka pendek.

Editor : Hany Akasah
#perang oran-as #ktt g7 #harga minyak #selat hormuz