RADAR SURABAYA BISNIS - Hubungan geopolitik dunia memasuki babak baru setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi menyepakati perjanjian perdamaian serta penghentian permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.
Kesepakatan ini mengakhiri konfrontasi bersenjata langsung antara kedua negara yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, sekaligus memberikan angin segar bagi perekonomian global.
Pengumuman bersejarah ini disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama sepanjang konflik.
Sharif menyebutkan bahwa prosesi penandatanganan dokumen resmi atau Nota Kesepahaman (MoU) dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) mendatang di Swiss.
"Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," ujar Sharif melalui unggahan di akun resmi X miliknya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Usul Pajak Kapal di Selat Malaka, Contoh Strategi Iran di Selat Hormuz
Pengumuman damai ini langsung direspons cepat oleh pasar global. Harga minyak dunia dilaporkan langsung mengalami penurunan signifikan.
Presiden AS, Donald Trump, turut mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui platform Truth Social dengan nada optimis terkait pembukaan kembali jalur perdagangan vital dunia.
"Selamat kepada semua! Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump.
Di sisi lain, harga emas (XAU/USD) justru sempat menarik minat pembeli hingga melonjak ke level tertinggi mingguan dalam sesi perdagangan Asia pada hari Senin (15/06).
Baca Juga: Sebar Dividen Rp 5,04 T, ANTAM Kebut Hilirisasi Nikel dan Proyek Baterai Kendaraan Listrik
Rebound ini dipicu oleh redanya kekhawatiran pasar terhadap inflasi jangka panjang. Meski demikian, secara teknikal analitis, pergerakan emas masih tertahan di bawah Simple Moving Average (SMA) 100-hari kunci di dekat $4.762, mencerminkan momentum kenaikan yang masih lemah karena pasar mulai memperhitungkan penurunan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang menjadi 64%.
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa kesepakatan ini menjadi tanda berakhirnya konfrontasi bersenjata. Namun, ia menggarisbawahi bahwa implementasi penuh ke depan akan sangat bergantung pada kepatuhan AS terhadap tiga komitmen utama.
"Pengakhiran perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon. Negosiasi ke depan akan bergantung pada AS dalam memenuhi tiga komitmen, meliputi mencabut dan mengakhiri blokade angkatan laut, mengakhiri status perang dan operasi militer, serta melepaskan dana Iran yang dibekukan," tegas Gharibabadi dalam siaran televisi nasional Iran.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyambut baik kabar kesepakatan damai ini. Indonesia menilai langkah de-eskalasi ini sebagai sinyal positif bagi terciptanya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Melalui akun resmi X @Kemlu_RI, pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, khususnya para mediator yang terlibat dalam dialog panjang tersebut.
"Indonesia menyambut baik pemberitaan mengenai tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara pacifik (damai) serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan," tulis pernyataan resmi Kemlu RI.
Lebih lanjut, Indonesia juga mengimbau semua pihak terkait untuk tetap menahan diri dan konsisten menjalani butir-butir kesepakatan yang telah disetujui demi menjaga momentum perdamaian yang sudah terbangun.
"Kami memuji upaya semua pihak dan mediator yang telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi dialog dan mendorong penyelesaian perbedaan secara damai. Indonesia mendesak semua pihak untuk terus menahan diri, menjunjung komitmen mereka, dan terlibat secara konstruktif dalam dialog guna mempertahankan momentum menuju de-eskalasi," tambah Kemlu RI.
Di akhir pernyataannya, Kemlu RI menegaskan bahwa Indonesia siap mengambil peran aktif dalam mendukung segala bentuk upaya perdamaian global yang sejalan dengan hukum internasional.
"Indonesia menantikan implementasi kesepakatan ini dan menegaskan kembali kesiapannya untuk mendukung upaya yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan tersebut, sesuai dengan hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB," tutup Kemlu RI pada pernyataan tersebut. (nov/han)
Editor : Hany Akasah