Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Sebar Dividen Rp 5,04 T, ANTAM Kebut Hilirisasi Nikel dan Proyek Baterai Kendaraan Listrik

Hany Akasah • Selasa, 16 Juni 2026 | 10:03 WIB
REKOR SEJARAH : Tak hanya manjakan investor, ANTAM juga mendapat penugasan khusus dari pemerintah untuk mempercepat hilirisasi nikel dan membangun ekosistem baterai kendaraan listrik (EV). (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
REKOR SEJARAH : Tak hanya manjakan investor, ANTAM juga mendapat penugasan khusus dari pemerintah untuk mempercepat hilirisasi nikel dan membangun ekosistem baterai kendaraan listrik (EV). (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

RADAR SURABAYA BISNIS -  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Tahun Buku 2025 resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5,04 triliun. Jumlah ini setara dengan 70% dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, atau mencerminkan nilai Rp210 per saham.

Berdasarkan harga saham penutupan ANTM pada Rabu (10/6/2026) di level Rp2.750 per saham, indikasi dividend yield yang diterima pemegang saham adalah sebesar 7,63%.

Sementara itu, sisa laba bersih sebesar 30% atau Rp2,16 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, serta pelaksanaan berbagai proyek strategis perseroan ke depan.

Keputusan pembagian dividen jumbo ini ditopang oleh kinerja operasional dan keuangan ANTAM yang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada tahun buku 2025.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Kabar Baik: Danantara Kantongi Rp24,5 Triliun, Investor Dunia Berebut Obligasi Indonesia

Sepanjang tahun lalu, emiten pertambangan pelat merah ini membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, naik 22% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp69,19 triliun.

Laba bersih tahun berjalan perseroan bahkan melonjak signifikan sebesar 106% menjadi Rp7,92 triliun, dari Rp3,85 triliun pada tahun 2024. Lonjakan ini didominasi oleh kinerja kilau bisnis emas yang menyumbang sekitar 79% terhadap total penjualan perusahaan. Penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun, meningkat 15% dari tahun sebelumnya berkat permintaan pasar yang tetap kuat.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan perseroan di tengah volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian makroekonomi global.

“Di tengah dinamika pasar global dan tantangan industri, Antam berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan terbaik sepanjang sejarah Perseroan. Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan Antam dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung dalam keterbukaan informasi.

Baca Juga: DPRD Heran, Stok Beras Tertinggi dalam Sejarah, Harga di Jatim Justru Merangkak Naik

Selain membagikan keuntungan, RUPST juga menyetujui rencana ANTAM untuk menerima penugasan khusus dari Pemerintah dalam rangka percepatan program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional.

Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita ke-5 yang berfokus pada hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam.

Penugasan tersebut mencakup pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas battery recycling.

Program strategis ini akan dijalankan melalui kerja sama antara ANTAM dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited, sebuah konsorsium global yang terdiri dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk.

Untung menegaskan bahwa integrasi rantai nilai mineral ini akan memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang sekaligus menaikkan posisi tawar Indonesia di kancah internasional.

“Sejalan dengan agenda pembangunan nasional, Antam akan terus memperkuat pengembangan bisnis berbasis hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral. Melalui berbagai proyek strategis yang terintegrasi, Antam tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga mendukung penguatan kemandirian industri nasional serta posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global,” tegas Untung. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#antam #saham #baterai #nikel #dividen