RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, untuk segera memaparkan data valid terkait peningkatan signifikan investasi asing dan kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia.
Pemaparan secara terbuka tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Senin (15/6/2026), di Istana Merdeka, Jakarta, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan informasi yang transparan bagi publik dan pelaku pasar.
Instruksi tegas ini dikeluarkan usai Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (14/6/2026).
Baca Juga: Minyak dan Ikan Segar Naik Bersamaan, Varian Curah serta Tongkol Bikin Ibu Rumah Tangga Putar Otak
Dalam pertemuan strategis itu, Kepala Negara menerima laporan komprehensif dari lawatan kerja Menteri Rosan ke Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara Asia.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa laporan tersebut membawa sinyal sangat positif bagi iklim bisnis dan industri Tanah Air.
"Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," ujar Seskab Teddy dalam keterangannya.
Baca Juga: IHSG Awal Pekan Melesat 3,68 Persen ke Level 6.228, Sektor Industri Dasar Jadi Penopang Utama
Merespons prospek cerah tersebut, Presiden Prabowo menilai bahwa transparansi data investasi sangat krusial. Kepala Negara menegaskan publik dan pelaku usaha perlu mendapatkan gambaran yang utuh serta berbasis fakta mengenai kondisi riil investasi nasional dan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Pertemuan di Kertanegara yang membahas laju investasi ini turut dihadiri oleh jajaran menteri kunci di bidang ekonomi dan strategis.
Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Sempat Anjlok, Harga Emas Antam Merangkak Naik ke Zona 2,72 Juta Rupiah
Dengan dibukanya data aliran modal asing ke sektor-sektor strategis ini, para pelaku usaha domestik diharapkan dapat menangkap sinyal positif pasar dan memanfaatkan momentum untuk berkolaborasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat.
Editor : Hany Akasah