Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemerintah Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg untuk Perajin Tempe, Begini Skemanya

Hany Akasah • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:22 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan subsidi tahap pertama difokuskan pada 250 ribu ton kedelai
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan subsidi tahap pertama difokuskan pada 250 ribu ton kedelai

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah resmi menyiapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk membantu perajin tempe menghadapi lonjakan harga bahan baku akibat gejolak pasar global. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga harga tempe tetap stabil di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Selasa (9/6/2026). Pemerintah menilai kenaikan harga kedelai dunia telah memberikan tekanan besar terhadap biaya produksi para pelaku usaha tempe.

Baca Juga: Pertamina Resmi Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi Per 10 Juni 2026

"Karena terganggu dengan harga yang sudah naik, jadi kita membantu para perajin tempe," ujar Budi, Jumat (12/6/2026).

Pada tahap awal, pemerintah akan memberikan subsidi terhadap sekitar 250 ribu ton kedelai impor. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban produksi sehingga para perajin tetap dapat menjalankan usahanya tanpa harus menaikkan harga jual secara signifikan.

Menurut Budi, lonjakan harga kedelai dipicu oleh kondisi pasar global yang masih dibayangi konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional. Faktor tersebut membuat harga komoditas pangan, termasuk kedelai, terus mengalami kenaikan.

"Tujuannya adalah untuk meringankan harga yang semakin tinggi karena imbas pasar global, karena perang, sehingga nanti perajin tetap bisa memproduksi tempenya sesuai harga yang ada sekarang," jelasnya.

Pemerintah akan menyalurkan subsidi kedelai melalui Perum Bulog. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga kedelai nasional sekaligus menekan dampak pelemahan rupiah terhadap biaya impor bahan baku.

Baca Juga: Update Harga Sembako Terbaru, Cabai Rawit Masih Termahal, Bawang Merah Sentuh Rp56 Ribu

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan subsidi tahap pertama difokuskan pada 250 ribu ton kedelai karena hampir seluruh kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor. Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah antisipasi pemerintah terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi membuat harga kedelai semakin mahal di pasar domestik.

Ia menambahkan, subsidi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kedelai sehingga tidak membebani pelaku usaha tahu dan tempe, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Dengan adanya subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram, pemerintah berharap produksi tempe tetap berjalan normal dan pasokan di pasar tidak terganggu. Langkah ini juga diharapkan mampu menahan kenaikan harga tempe sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Editor : Hany Akasah
#subsidi kedelai #perajin tempe #harga kedelai #tempe #bulog