RADAR SURABAYA BISNIS - Gelaran Piala Dunia 2026 yang resmi bergulir mulai hari ini, 12 Juni hingga 20 Juli 2026, tidak sekadar menjadi pesta bagi para pecinta sepak bola global.
Turnamen edisi ke-23 ini juga menjelma menjadi katalisator perputaran roda ekonomi dan ladang bisnis yang sangat menjanjikan bagi berbagai sektor industri.
Tahun ini, Piala Dunia mencatatkan sejarah baru sebagai turnamen terbesar yang pernah diselenggarakan. Selain menunjuk tiga negara tuan rumah sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) juga memperluas kuota peserta dari 32 menjadi 48 negara.
Baca Juga: Tak Lekang oleh Waktu, Jajanan Murah Meriah Ini Masih Jadi Raja di Perut Orang Indonesia
Penambahan peserta yang terbagi ke dalam 12 grup ini secara otomatis memperbanyak jumlah pertandingan. Hal ini menjadi angin segar bagi industri penyiaran dan periklanan.
Durasi kampanye pemasaran menjadi lebih panjang, sehingga berbagai jenama—mulai dari ritel, teknologi, hingga perlengkapan rumah tangga—terlihat gencar memanfaatkan ruang iklan komersial demi mendongkrak brand awareness di tengah tingginya lalu lintas pembaca dan penonton.
Menariknya, efek domino dari "demam" Piala Dunia ini tidak hanya dinikmati oleh korporasi raksasa. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat lokal turut menangguk untung. Salah satu fenomena yang mencolok adalah lonjakan permintaan atribut negara peserta.
Baca Juga: IHSG Loncat Tinggi di Awal Perdagangan, Sentimen Global Dorong Penguatan Pasar Saham Domestik
Tingginya antusiasme masyarakat turut membawa rezeki nomplok bagi para perajin dan penjahit bendera musiman di berbagai wilayah, seperti yang dilaporkan terjadi di Polewali Mandar (Polman).
Di samping itu, hadirnya negara-negara debutan yang untuk pertama kalinya lolos ke putaran final, seperti Uzbekistan, Curacao, Tanjung Verde, dan Yordania, turut membuka pangsa pasar baru.
Penjualan merchandise, pernak-pernik, hingga jersey dari negara-negara pendatang baru ini diprediksi akan melonjak seiring antusiasme basis penggemar mereka yang mencetak sejarah baru.
Baca Juga: Emas Antam Mulai Unjuk Gigi, Buyback Melesat Jadi Rp 2,4 Juta
Rangkaian Piala Dunia 2026 resmi dibuka lewat laga perdana antara Meksiko melawan Afrika Selatan pada 12 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.
Dengan durasi kompetisi yang berlangsung lebih dari sebulan, ajang ini kembali membuktikan bahwa sepak bola bukan lagi sekadar olahraga, melainkan industri masif yang menghidupkan ekosistem bisnis dari tingkat multinasional hingga ke akar rumput.
Baca Juga: Stop Ketergantungan Impor, Menteri Bahlil Bakal Ganti LPG 3 Kg dengan CNG, Ini Keunggulannya
Editor : Hany Akasah