radarsurabayabisnis.id - Harga minyak goreng rakyat Minyakita berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Kementerian Perdagangan (Kemendag) dikabarkan tengah menyiapkan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) menyusul lonjakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang terus berada di level tinggi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim mengaku masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait besaran kenaikan HET Minyakita yang akan diberlakukan.
Baca Juga: Khofifah Gelar Pasar Murah di Surabaya, Beras Rp11 Ribu dan Minyak Goreng Rp13 Ribu Diserbu Warga
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Yudi Arianto, mengatakan bahwa wacana penyesuaian harga tersebut telah melalui berbagai pembahasan dan evaluasi bersama para pemangku kepentingan.
"Keputusan menaikkan HET Minyakita tentu tidak dilakukan secara tiba-tiba. Semua melalui proses evaluasi dan pembahasan dengan berbagai pihak terkait. Saat ini kami masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat," kata Yudi di Surabaya, Kamis (11/6).
Harga CPO Jadi Pemicu Utama Kenaikan HET Minyakita
Menurut Yudi, faktor terbesar yang mendorong penyesuaian HET adalah kenaikan harga CPO yang saat ini mencapai sekitar Rp15.445 per kilogram.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan saat pemerintah menetapkan HET Minyakita sebesar Rp15.700 per liter pada Agustus 2024.
Saat itu, harga CPO masih berada di kisaran Rp12.400 per kilogram sehingga biaya produksi dan distribusi masih dapat ditutupi dengan harga jual yang berlaku.
Baca Juga: Harga Sembako di Jawa Timur Merangkak Naik, Minyak Goreng dan Bawang Alami Lonjakan
"Dulu HET ditetapkan Rp15.700 karena harga CPO sekitar Rp12.400 per kilogram. Sekarang harga CPO sudah berada di kisaran Rp15.000 per kilogram, sementara HET masih sama. Kondisi ini tentu membuat biaya produksi sulit tertutupi sehingga perlu dilakukan penyesuaian," jelasnya.
Keputusan Kenaikan Harga Diperkirakan Keluar dalam Dua Pekan
Meski demikian, pemerintah pusat disebut belum akan mengumumkan besaran HET baru dalam waktu dekat. Kemendag masih memantau perkembangan harga CPO yang belakangan mulai menunjukkan tren stabil.
Yudi menyebut keputusan resmi terkait HET Minyakita kemungkinan akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.
"Kalau melihat perkembangan harga CPO, saat ini sudah relatif stabil di kisaran Rp15.000 per kilogram. Sesuai yang disampaikan Menteri Perdagangan, kemungkinan dalam dua minggu ke depan akan ada keputusan. Kita tunggu saja," ujarnya.
Kelangkaan Minyakita Tidak Terkait Rencana Kenaikan Harga
Disperindag Jatim juga menegaskan bahwa rencana penyesuaian HET tidak berkaitan dengan isu kelangkaan Minyakita yang sempat terjadi di sejumlah daerah Jawa Timur dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Yudi, fluktuasi pasokan lebih dipengaruhi oleh kebijakan ekspor CPO yang dilakukan perusahaan produsen. Ketika volume ekspor meningkat, pasokan bahan baku untuk kebutuhan domestik otomatis ikut berkurang.
"Tidak ada kaitannya dengan kenaikan HET. Ketersediaan stok sangat dipengaruhi oleh jumlah ekspor yang dilakukan perusahaan. Jika ekspor CPO meningkat, maka pasokan Minyakita di dalam negeri bisa berkurang," tegasnya.
Pemerintah berharap penyesuaian HET nantinya dapat menjaga keberlanjutan produksi Minyakita sekaligus memastikan ketersediaan minyak goreng rakyat tetap terjaga di pasaran tanpa membebani masyarakat secara berlebihan.
Editor : Hany Akasah