Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dimulai Hari Ini, Piala Dunia 2026 Siap Cetak Sejarah Jadi Ajang Terbesar dengan 6 Miliar Penonton

Hany Akasah • Kamis, 11 Juni 2026 | 13:54 WIB
CETAK SEJARAH : Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diprediksi bakal menjadi ajang olahraga terbesar sepanjang sejarah.
CETAK SEJARAH : Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diprediksi bakal menjadi ajang olahraga terbesar sepanjang sejarah.

RADAR SURABAYA BISNIS - Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi ajang olahraga terbesar sepanjang sejarah.

Turnamen yang akan mulai digelar pada tanggal 11 Juni 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini akan menghadirkan rekor baru dari berbagai aspek, mulai dari jumlah peserta hingga dampak ekonomi yang dihasilkan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia akan diikuti oleh 48 negara peserta, meningkat signifikan dari 32 tim pada edisi sebelumnya.

Format baru ini membuat jumlah pertandingan bertambah menjadi 104 laga yang akan berlangsung di 16 kota tuan rumah selama 39 hari.

Langkah FIFA memperluas jumlah peserta ini juga membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari Afrika, Asia, dan zona CONCACAF untuk lolos kualifikasi sebagai bagian dari upaya memperluas representasi global.

Baca Juga: Tekanan Koreksi Sepanjang Juni, Harga Emas Antam Merosot Tajam Sentuh 2,6 Juta Rupiah per Gram

Laporan Bank of America (BofA) Global Research memperkirakan sekitar 6,5 juta penonton akan hadir langsung di stadion sepanjang turnamen.

Selain itu, empat negara akan mencatatkan debut bersejarah di putaran final Piala Dunia, yakni Curaçao, Cabo Verde, Yordania, dan Uzbekistan.

Kepastian Curaçao sendiri didapat setelah mereka berhasil menahan imbang Jamaika 0-0 pada laga terakhir Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF di Independence Park Stadium, Jamaika.

FIFA memperkirakan lebih dari enam miliar orang di seluruh dunia akan mengikuti Piala Dunia 2026 melalui televisi, layanan streaming, platform digital, dan media sosial.

Angka tersebut melampaui capaian Piala Dunia 2022 di Qatar yang menjangkau sekitar lima miliar orang. Sebagai perbandingan, final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis ditonton sekitar 1,5 miliar orang.

Bahkan, analis BofA memprediksi partai final Piala Dunia 2026 dapat menyumbang hampir tujuh persen dari total lalu lintas internet global pada hari pertandingan berlangsung.

Selain menjadi pesta sepak bola dunia, Piala Dunia 2026 juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar.

Studi FIFA dan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization) memperkirakan turnamen ini akan menyumbang sekitar 40,9 miliar dolar AS terhadap perekonomian global dan menciptakan lebih dari 824 ribu lapangan pekerjaan.

Baca Juga: 35 Ribu Guru ASN di Jatim Belum Terima TPG, THR dan Gaji ke-13, Tunggakan Capai Rp274 Miliar

Dari tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat diprediksi memperoleh manfaat terbesar dengan tambahan sekitar 17,2 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Sementara itu, FIFA memperkirakan pendapatannya sendiri mencapai rekor 8,9 miliar dolar AS dari hak siar, sponsor, tiket, lisensi, dan paket hospitality. Besarnya jangkauan audiens juga membuat Piala Dunia menjadi magnet bagi pengiklan, di mana belanja iklan global selama turnamen diperkirakan mencapai 10,5 miliar dolar AS.

Melansir Euro News, berikut adalah lima fakta menarik yang membuat Piala Dunia 2026 berbeda dari edisi-edisi sebelumnya:

1. Digelar di Tiga Negara Sekaligus

Piala Dunia 2026 mencetak sejarah sebagai turnamen pertama yang diselenggarakan oleh tiga negara tuan rumah sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Secara total, akan ada 16 kota tuan rumah di seluruh Amerika Utara, dari Vancouver hingga Mexico City dan Miami. Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah sebagian besar pertandingan, termasuk semua laga babak gugur mulai dari perempat final dan seterusnya.

2. Stadion Azteca akan Cetak Rekor Baru

Stadion Azteca di Mexico City akan menjadi stadion pertama dalam sejarah yang menggelar pertandingan di tiga edisi Piala Dunia putra, yakni 1970, 1986, dan 2026.

Stadion legendaris tersebut pernah menjadi lokasi dua final Piala Dunia yang ikonik, saat Brasil yang diperkuat Pele menjadi juara pada 1970 dan Argentina yang dipimpin Diego Maradona meraih trofi pada 1986. Menjelang turnamen, pemerintah Meksiko bahkan memasang patung besar Pele di luar stadion sebagai penghormatan.

3. Cuaca Panas Jadi Ancaman Serius

Selain persaingan di lapangan, cuaca ekstrem diperkirakan menjadi salah satu tantangan terbesar. Laporan World Weather Attribution (WWA) menyebut hampir seperempat pertandingan berpotensi dimainkan dalam kondisi panas yang dapat membahayakan pemain maupun penonton.

Kota-kota seperti Miami, Kansas City, dan Philadelphia disebut memiliki risiko suhu tinggi dan kelembapan ekstrem selama Juni hingga Juli.

FIFA telah mempertimbangkan penerapan cooling break (jeda pendinginan). Namun, sejumlah ahli kesehatan dan iklim menilai durasi jeda tersebut masih terlalu singkat dan mendesak FIFA menyesuaikan aturan sesuai rekomendasi Federasi Internasional Pesepakbola Profesional (FIFPRO).

4. Final Bakal Ada Pertunjukan Musik ala Super Bowl

FIFA berencana menggelar pertunjukan musik pada jeda babak pertama (halftime show) final yang akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat.

Baca Juga: Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, Seberapa Mahal Bensin Kita Dibanding Negara ASEAN?

Konsep ini terinspirasi dari Super Bowl. Menurut FIFA, sejumlah nama besar seperti Shakira, Madonna, hingga grup K-pop BTS disebut akan menjadi pengisi acara. Pertunjukan tersebut akan diproduksi bersama organisasi Global Citizen dan melibatkan vokalis Coldplay, Chris Martin. Jika terealisasi, ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah final Piala Dunia putra.

5. Piala Dunia Termahal Sepanjang Sejarah

Total hadiah yang disiapkan untuk Piala Dunia mencapai US$871 juta atau sekitar Rp15,7 triliun (asumsi kurs Rp18.000/US$), menjadikannya edisi paling mahal sepanjang sejarah.

Di bawah skema baru, setiap negara yang lolos minimal langsung mendapat US$12,5 juta (Rp225 miliar), yang terdiri dari uang persiapan sebesar US$2,5 juta dan bonus kelolosan US$10 juta. Jumlah ini meningkat dibanding Piala Dunia 2022 di Qatar. (nov/han)

Berikut adalah rincian proyeksi hadiah tambahan berdasarkan prestasi tim di turnamen:

Juara 1: US$53,5 juta (hampir Rp1 triliun), naik dari US$42 juta pada edisi 2022.

Juara 2 (Runner-up): US$36,5 juta (Rp650 miliar).

Juara 3: US$32,5 juta (Rp585 miliar).

Juara 4: US$30,5 juta (Rp550 miliar).

Editor : Hany Akasah
#Sepak Bola #World Cup #FIFA #meksiko #piala dunia 2026