Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Lia Istifhama Himpun Gagasan Muslimat NU, Dari Stunting hingga Perlawanan Judi Online

Hany Akasah • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:57 WIB
Dr. Lia Istifhama dan PC Muslimat NU Surabaya mengadakan dialog santai tentang hal stunting hingga kasus judi online.
Dr. Lia Istifhama dan PC Muslimat NU Surabaya mengadakan dialog santai tentang hal stunting hingga kasus judi online.

RADAR SURABAYA BISNIS – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menjadikan rumah pribadinya di kawasan Jemursari, Surabaya, sebagai ruang dialog yang hangat dan penuh gagasan bersama jajaran Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surabaya. Dalam kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil), Kamis (4/6/2026), berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penanganan stunting, mitigasi bencana, pendampingan hukum perempuan dan anak, hingga ancaman judi online dan narkoba yang semakin meresahkan masyarakat.

Berbeda dengan forum resmi yang berlangsung di ruang pertemuan formal, dialog yang digelar di kediaman Lia berlangsung lebih cair dan kekeluargaan. Suasana tersebut membuat para pengurus dan kader Muslimat NU leluasa menyampaikan berbagai pengalaman lapangan, tantangan program, hingga gagasan pemberdayaan masyarakat yang selama ini mereka jalankan.

Baca Juga: Ekonomi Pertanian Menguat, Jatim Proyeksikan Panen 7,71 Juta Ton Padi di 2026

Menurut Lia, organisasi perempuan keagamaan seperti Muslimat NU memiliki peran yang sangat strategis karena berada langsung di tengah masyarakat dan berhadapan dengan berbagai persoalan keluarga setiap hari.

“Perempuan, khususnya para kader Muslimat NU, adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga. Dari persoalan kesehatan, pendidikan anak, hingga ancaman sosial seperti narkoba dan judi online, semuanya bermula dari lingkungan keluarga,” ujar Lia.

Baca Juga: Berkomplot dan Tahu Borok Masing-masing, Dadan Cs Diduga Korupsi Anggaran MBG Rp268 Triliun

Dalam dialog tersebut, salah satu perhatian utama adalah meningkatnya ancaman judi online dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Para kader Muslimat NU mengaku semakin sering menemukan kasus keluarga yang terdampak akibat kecanduan judi digital maupun narkoba.

Karena itu, Muslimat NU Surabaya menggencarkan program edukasi dan mitigasi di tingkat keluarga dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial. Para kader dibekali kemampuan mengenali gejala awal kecanduan serta melakukan pendampingan kepada keluarga yang terdampak.

Lia menilai langkah tersebut sangat penting karena keluarga merupakan benteng pertama dalam pencegahan berbagai persoalan sosial.

Baca Juga: Harga Minyakita Akan Naik Pekan Depan, Harga CPO Melonjak Tajam

“Judi online hari ini sudah menjadi ancaman serius. Pencegahannya tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui penguatan keluarga dan edukasi masyarakat,” katanya.

Selain isu sosial, forum tersebut juga menyoroti upaya penurunan stunting yang selama ini dijalankan Muslimat NU melalui program Kampung Madani. Bersama Pemerintah Kota Surabaya, para kader aktif melakukan edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, hingga pemantauan tumbuh kembang balita.

Lia memberikan apresiasi terhadap keterlibatan aktif kader Muslimat NU dalam mendukung program kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Rupiah Melemah hingga Rp18.000 per Dolar AS, BI Semakin Intervensi Pasar Valas

“Ketika kader-kader perempuan bergerak sampai tingkat kampung dan keluarga, dampaknya jauh lebih terasa. Inilah bentuk gotong royong sosial yang perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Tidak hanya bergerak di bidang kesehatan dan sosial, Muslimat NU Surabaya juga aktif menyiapkan kader-kader paralegal perempuan yang bertugas membantu masyarakat, khususnya perempuan dan anak, dalam mengakses keadilan hukum.

Program tersebut dinilai penting mengingat masih banyak korban kekerasan maupun persoalan hukum keluarga yang kesulitan mendapatkan pendampingan karena keterbatasan akses dan biaya.

Baca Juga: Jawa Timur Jadi Penghasil Padi Terbesar di Indonesia, Melampaui Jawa Tengah dan Jawa Barat

Dalam kesempatan itu, para peserta juga menyampaikan perkembangan gerakan perdamaian dunia yang sebelumnya disuarakan Muslimat NU melalui peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Surabaya. Seruan yang ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menjadi bentuk kepedulian perempuan Indonesia terhadap isu kemanusiaan global.

“Perempuan tidak hanya berbicara tentang urusan domestik, tetapi juga mampu menjadi kekuatan moral yang menyerukan perdamaian dunia,” kata Lia.

Selain itu, para kader juga memaparkan program pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM melalui peran Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Program ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas akses pasar.

Baca Juga: Komisaris Bank Jatim Masuk Jajaran Pengurus Nasional, Munas 2026 Sepakati Transformasi Digital BPD Se-Indonesia

Di akhir dialog, Lia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai aspirasi Muslimat NU Surabaya melalui fungsi representasi dan pengawasan di DPD RI.

Menurutnya, berbagai program yang dijalankan Muslimat NU menunjukkan bahwa organisasi perempuan keagamaan memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan sosial, perlindungan keluarga, kesehatan masyarakat, hingga penguatan ekonomi umat.

“Muslimat NU tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan. Mereka bekerja langsung di tengah masyarakat, menyelesaikan persoalan riil yang dihadapi keluarga. Karena itu, aspirasi mereka harus mendapat perhatian dalam perumusan kebijakan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Baca Juga: Lia Istifhama Terima Aspirasi Warga Surat Ijo, Dorong Kepastian Hukum dan Penyelesaian Berkeadilan

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
muslimat Surabaya senator jatim umkm judi online Lia Istifhama