Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Ayam Anjlok di Bawah Acuan, Bapanas Siapkan Intervensi untuk Selamatkan Peternak

Hany Akasah • Rabu, 10 Juni 2026 | 20:10 WIB
Berdasarkan data per 8 Juni 2026, rata-rata harga ayam ras pedaging hidup secara nasional berada di level Rp22.382 per kilogram.
Berdasarkan data per 8 Juni 2026, rata-rata harga ayam ras pedaging hidup secara nasional berada di level Rp22.382 per kilogram.

radarsurabayabisnis.id - Harga ayam ras pedaging hidup di tingkat peternak kembali menjadi sorotan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan akan menerapkan intervensi jaring pengaman harga setelah harga ayam hidup terus berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga ayam di tingkat peternak sekaligus melindungi keberlanjutan usaha perunggasan nasional yang saat ini menghadapi tekanan akibat turunnya harga jual.

Berdasarkan data per 8 Juni 2026, rata-rata harga ayam ras pedaging hidup secara nasional berada di level Rp22.382 per kilogram. Angka tersebut masih terpaut sekitar 10,47 persen dari HAP pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp25.000 per kilogram.

Baca Juga: Update Harga Sembako Terbaru, Cabai Rawit Masih Termahal, Bawang Merah Sentuh Rp56 Ribu

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengakui kondisi tersebut cukup berat bagi peternak. Bahkan, harga ayam hidup saat ini tercatat turun 2,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di level Rp22.930 per kilogram.

"Begitu harganya turun, kita harus naikkan kembali. Begitu harganya naik, kita turunkan kembali. Kita ini negara produsen yang ingin swasembada. Harga di tingkat produsen jangan sampai terlalu rendah," kata Ketut di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan harga agar peternak tetap memperoleh keuntungan yang layak tanpa membebani konsumen.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bapanas berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian serta Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar). Berbagai pembahasan dilakukan guna mencari solusi yang mampu menjaga keseimbangan harga di tingkat peternak maupun konsumen.

Salah satu opsi yang kembali dikaji adalah penyerapan hasil produksi peternak melalui program bantuan pangan pemerintah. Skema ini sebelumnya dinilai berhasil membantu menjaga harga ayam sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Baca Juga: Bawang Putih dan Cabai Rawit di Jatim Naik Lagi, Cek Harga Hari Ini yang Makin Pedas Sebelum ke Pasar

Pada 2023 dan 2024, Bapanas melalui ID FOOD menyalurkan bantuan pangan dalam rangka percepatan penanganan stunting. Program tersebut menyerap hasil produksi peternak dalam jumlah besar dan menjadi salah satu instrumen stabilisasi harga.

Sepanjang 2024, sebanyak 8,6 juta paket bantuan pangan yang berisi 1 kilogram daging ayam dan 10 butir telur telah disalurkan ke tujuh provinsi, yakni Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Program tersebut juga melibatkan ribuan peternak rakyat serta pelaku UMKM di sektor pangan.

Sementara itu, sinyal pelemahan harga ayam juga terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bidang Metodologi dan Informasi BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa daging ayam ras mengalami deflasi sebesar 3,83 persen pada Mei 2026.

Angka tersebut menjadi deflasi bulanan kedua secara berturut-turut setelah pada April 2026 komoditas yang sama juga mengalami deflasi sebesar 6,20 persen.

"Deflasi berulang menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian karena mencerminkan tekanan harga yang masih berlangsung di tingkat produsen maupun pasar," ujar Pudji.

Meski jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga ayam pada awal Juni 2026 bertambah menjadi 85 daerah, sebagian besar harga di wilayah tersebut masih berada di bawah HAP yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini membuat intervensi harga dinilai semakin mendesak untuk dilakukan. Selain mencegah kerugian yang lebih besar di tingkat peternak, langkah tersebut juga penting untuk menjaga keberlangsungan produksi ayam nasional dan memastikan pasokan pangan tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Editor : Hany Akasah
#ayam ternak #Bapanas #peternak #harga ayam