RADAR SURABAYA BISNIS - Film "Semua Akan Baik Baik Saja" karya sutradara Baim Wong menjadi medium nyata dalam menyuarakan pesan persatuan, keberagaman, dan inklusivitas melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) serentak yang digelar pada Minggu (07/06).
Mengangkat kisah mendalam tentang keluarga, kehilangan, harapan, serta pentingnya saling menerima di tengah perbedaan, film ini berhasil menyatukan emosi para penonton di tujuh kota sekaligus, yaitu Jakarta, Cianjur, Malang, Padang, Pontianak, Bau Bau, dan Tanjung Pinang.
Kegiatan ini secara khusus melibatkan teman-teman dari komunitas disabilitas sebagai peserta utama, didampingi oleh komunitas kreatif, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pekerja seni dari berbagai penjuru tanah air.
Penyelenggaraan acara di pusat, salah satunya berlokasi di AEON Mall BSD City, berlangsung sangat semarak dengan dihadiri langsung oleh Baim Wong selaku sutradara dan produser, Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta Fiki Satari selaku Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN).
Secara keseluruhan, kegiatan inklusif ini sukses menghadirkan komposisi penonton yang unik, di mana sekitar 80 persen dari total peserta di seluruh titik pelaksanaan merupakan teman-teman disabilitas, sedangkan 20 persen sisanya diisi oleh elemen komunitas kreatif, pelaku UMKM, pekerja seni, dan jejaring ekonomi kreatif daerah.
Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah RI (ICP) Turun Drastis ke USD106,56
Kehadiran lebih dari 70 komunitas disabilitas yang tersebar di 7 provinsi ini mencatatkan jumlah penonton disabilitas mencapai 1.162 orang, yang membuktikan komitmen bersama dalam membuka akses hiburan dan budaya yang setara bagi semua lapisan masyarakat.
Gerakan ini mendapat dukungan penuh dan diperkuat oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN), sebuah organisasi yang secara konsisten terus mendorong kolaborasi lintas komunitas serta penguatan ekosistem kreatif berbasis inklusivitas di Indonesia. Melalui jejaring kota dan kabupaten kreatif,
ICCN bergerak aktif memastikan bahwa ruang sosial, budaya, dan ekonomi kreatif dapat diakses secara terbuka oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok disabilitas.
Suksesnya pelaksanaan nobar serentak di tujuh kota ini tidak lepas dari kontribusi nyata dan kerja keras berbagai jejaring komunitas kreatif lokal di bawah naungan ICCN, antara lain Malang Creative Fusion, Cianjur Creative Network, Bau-bau Creative Forum, Buton Tengah Creative, Korda ICCN Kepulauan Riau, Korda ICCN Jakarta, Korda ICCN Tanjung Pinang, dan Komunitas Rumaksi Pontianak.
Melalui narasi kuat yang dihadirkan dalam film "Semua Akan Baik Baik Saja" yaitu kisah tentang perjuangan sebuah keluarga untuk bangkit dari keterpurukan pasca-kehilangan, belajar menerima perbedaan, dan menemukan kembali makna kebersamaan, kegiatan nobar serentak ini menjadi potret nyata dari perayaan keberagaman itu sendiri.
Baca Juga: Daftar 5 Biji Kopi Paling Dicari di Dunia Tahun 2026, Dua Jagoan Asal Indonesia Tampil Membanggakan
Kehadiran teman-teman disabilitas di berbagai bioskop daerah bukan sekadar sebagai penonton, melainkan simbol kepemilikan atas ruang publik yang setara dan inklusif.
Para penyelenggara berharap agar pesan hangat dan menyentuh yang disampaikan melalui film ini dapat terus membekas di hati masyarakat, sekaligus menjadi pengingat abadi bahwa nilai-nilai keluarga, persatuan, keberagaman, dan inklusivitas adalah fondasi utama yang harus dirawat bersama demi masa depan bangsa yang lebih ramah bagi semua.
Dalam kesempatan tersebut, sutradara sekaligus produser film "Semua Akan Baik Baik Saja", Baim Wong, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap gerakan nobar serentak ini dan menekankan bahwa karya sinema memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar daripada sekadar menjadi tontonan komersial.
"Film bukan hanya hiburan. Film adalah medium untuk menghadirkan percakapan, membangun empati, dan menghubungkan pengalaman manusia yang beragam. Saya berharap pesan dalam film ini dapat diterima dan memberikan manfaat bagi banyak orang." Ujar Baim Wong.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang hadir sebagai representasi dukungan pemerintah terhadap perluasan ruang partisipasi anak muda dan pekerja seni, memberikan pandangannya mengenai pentingnya menciptakan lingkungan industri kreatif yang ramah dan adil bagi kelompok disabilitas.
"Ruang-ruang kreatif harus terus didorong menjadi ruang yang terbuka, ramah, dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga untuk berpartisipasi. Keterlibatan komunitas kreatif dan anak muda dalam kegiatan inklusif semacam ini sangat penting untuk memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial kita." Ujar Raffi Ahmad.
Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki Satari, turut menegaskan visi organisasi dalam memanfaatkan momentum kebudayaan ini sebagai jembatan sosial untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat, sekaligus menciptakan energi kolaborasi yang lebih solid di masa depan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa ruang budaya harus menjadi ruang bersama. Ketika komunitas disabilitas dan komunitas kreatif berkumpul dalam satu pengalaman yang sama, lahir pemahaman, solidaritas, dan energi kolaborasi yang lebih kuat. Film memiliki kekuatan besar untuk membangun empati sekaligus menjembatani berbagai kelompok masyarakat dalam ruang yang setara." jelas Fiki Satari. (nov/han)
Editor : Hany Akasah