radarsurabayabisnis.id - Harga telur ayam ras di tingkat peternak Jawa Timur masih mengalami tekanan. Dalam sepekan terakhir, harga telur di sentra produksi Kabupaten Blitar turun Rp800 per kilogram. Namun di sisi lain, harga telur yang dibayar konsumen justru mengalami kenaikan meski tipis.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim menilai perbedaan tren antara harga di tingkat peternak dan konsumen menunjukkan masih adanya tantangan dalam rantai distribusi dan tingginya biaya produksi yang harus ditanggung peternak.
Baca Juga: Sembako 3 Juni 2026, Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Daging dan Telur Kompak Turun
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKAPERBAPO), harga telur ayam ras di sentra produksi Kabupaten Blitar turun dari Rp22.800 per kilogram menjadi Rp22.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.
Sebaliknya, harga telur ayam ras di tingkat konsumen naik Rp45 per kilogram, dari Rp25.867 menjadi Rp25.912 per kilogram.
Kepala Disperindag Jatim, Iwan, mengatakan meski terdapat fluktuasi data dari berbagai sumber, harga telur di tingkat peternak hingga saat ini masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.
Harga Telur Peternak Masih di Bawah HAP
Menurut Iwan, data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) memang menunjukkan harga telur di tingkat produsen naik Rp87 per kilogram menjadi Rp23.654 per kilogram. Namun angka tersebut tetap berada di bawah HAP telur ayam ras yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram.
Baca Juga: Langka! Pria di Mojokerto Sukses Ternak Unta Australia, Harganya Bikin Melongo!
"Baik berdasarkan data SISKAPERBAPO maupun Panel Harga Bapanas, harga telur ayam ras di tingkat produsen masih berada di bawah HAP sebesar Rp26.500 per kilogram," ujarnya.
Mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024, HAP telur ayam ras ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram di tingkat produsen dan Rp30.000 per kilogram di tingkat konsumen.
Meski demikian, HAP bukan merupakan jaminan harga minimum yang wajib diterima peternak. HAP berfungsi sebagai acuan dalam pembelian dan stabilisasi harga pangan.
Tingginya Harga Pakan Jadi Beban Peternak
Disperindag Jatim menilai rendahnya harga telur saat ini menjadi tantangan bagi peternak karena biaya produksi, terutama pakan ternak, masih relatif tinggi.
Biaya pakan selama ini menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur maupun ayam ras pedaging. Ketika harga telur turun sementara harga pakan masih tinggi, margin keuntungan peternak menjadi semakin tipis.
Untuk membantu mengurangi beban tersebut, pemerintah menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung Peternak.
SPHP Jagung Didorong untuk Menekan Biaya Produksi
Program SPHP Jagung Peternak dijalankan berdasarkan penugasan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026 dari Badan Pangan Nasional.
Melalui program ini, peternak ayam petelur dan ayam pedaging dapat memperoleh jagung pakan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga biaya produksi dapat ditekan.
"Melalui SPHP Jagung Peternak, peternak yang saat ini menghadapi kenaikan harga pakan dan kecenderungan penurunan harga telur diharapkan dapat memperoleh jagung pakan dengan harga lebih murah," kata Iwan.
Penyaluran jagung SPHP diberikan kepada peternak yang telah masuk dalam daftar penerima bantuan sesuai Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026.
Penyaluran Jagung SPHP Baru Capai 13,5 Persen
Hingga 1 Juni 2026, realisasi penyaluran SPHP Jagung di Jawa Timur dan daerah penerima lainnya mencapai 1.691.025 kilogram. Jumlah tersebut setara dengan 13,50 persen dari total pagu penyaluran tahun 2026 yang mencapai 12.533.300 kilogram.
Disperindag Jatim berharap percepatan distribusi jagung pakan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak di tengah rendahnya harga telur sekaligus menjaga stabilitas pasokan telur ayam ras di pasaran.
"Penyaluran SPHP Jagung diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi peternak, khususnya biaya pakan yang merupakan komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur dan ayam ras pedaging," pungkas Iwan.
Editor : Hany Akasah