RADAR SURABAYA BISNIS- Pada tanggal 5 Juni 2026, sejumlah komoditas bahan pokok (sembako) di tingkat konsumen tercatat mengalami tren kenaikan harga dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Kenaikan yang cukup merata terlihat jelas pada sektor minyak goreng. Minyak goreng curah naik sebesar Rp137 menjadi Rp20.607 per kilogram, disusul oleh minyak goreng kemasan sederhana yang mengalami peningkatan Rp129 hingga menyentuh Rp18.710 per liter.
Selain itu, minyak goreng kemasan premium dan varian MINYAKITA juga ikut merangkak naik masing-masing menjadi Rp21.668 dan Rp16.348 per liter.
Tren kenaikan ini turut diikuti oleh komoditas beras medium yang naik tipis menjadi Rp12.954 per kilogram, meskipun di sisi lain beras premium justru mengalami sedikit penurunan harga.
Baca Juga: Urai Kemacetan, Terminal Teluk Lamong dan APTRINDO Sepakat Dorong Disiplin Operasional Truk
Beralih ke sektor bumbu dapur, komoditas duo bawang kompak menunjukkan lonjakan harga yang cukup signifikan.
Harga bawang merah tercatat naik sebesar Rp382 menjadi Rp47.758 per kilogram, sementara bawang putih jenis Sinco/Honan mengalami kenaikan sebesar Rp307 menjadi Rp28.308 per kilogram.
Berbeda nasib dengan keluarga bawang, seluruh jenis cabai justru membawa kabar baik bagi konsumen. Harga cabai merah keriting, cabai merah besar, hingga cabai rawit merah terpantau mengalami penurunan harga yang cukup tajam pada hari ini.
Kenaikan harga pangan hari ini ternyata juga merambah ke komoditas sayur-mayur dan hasil bumi lainnya.
Baca Juga: 4 Gebrakan Bos Baru BGN: Anggaran Dipangkas Jadi Rp268 T, Begini Skema Baru Makan Bergizi
Harga tomat merah merangkak naik menjadi Rp11.022 per kilogram, kol/kubis menjadi Rp8.643 per kilogram, kentang Rp14.836 per kilogram, serta wortel yang naik menjadi Rp13.768 per kilogram.
Di samping itu, beberapa bahan pangan sumber protein seperti telur ayam ras dan telur ayam kampung juga mengalami peningkatan harga, di mana masing-masing kini berada di angka Rp25.816 per kilogram dan Rp46.305 per kilogram. Kenaikan tipis lainnya juga ditemukan pada komoditas mie instan, kedelai lokal maupun impor, ikan asin teri, kacang tanah, hingga jagung pipilan kering. (nov/han)
Editor : Hany Akasah