Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Minyakita Akan Naik Pekan Depan, Harga CPO Melonjak Tajam

Hany Akasah • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:07 WIB
NAIK: Saat ini, HET Minyakita masih berada di level Rp15.700 per liter.
NAIK: Saat ini, HET Minyakita masih berada di level Rp15.700 per liter.

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah memastikan akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita menyusul lonjakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan tersebut sedang difinalisasi dan diperkirakan diumumkan dalam satu hingga dua pekan mendatang setelah pemerintah melihat perkembangan harga bahan baku di pasar.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Kementerian Pertanian.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah telah menyepakati perlunya penyesuaian HET Minyakita agar tetap sesuai dengan kondisi pasar dan biaya produksi yang terus meningkat.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Sabtu 23 Mei 2026, Minyakita Naik

"Kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi," ujar Budi Santoso usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan besaran HET baru yang akan berlaku. Saat ini, HET Minyakita masih dipatok sebesar Rp15.700 per liter.

Budi yang akrab disapa Busan menjelaskan, angka kenaikan masih dalam tahap pembahasan karena pemerintah ingin memastikan kondisi harga bahan baku benar-benar stabil sebelum mengambil keputusan final.

"Memang harganya belum disepakati. Nanti akan ditentukan untuk penetapannya," katanya.

Baca Juga: MinyaKita Langka di Jatim, Ombudsman Temukan Harga Tembus Rp18 Ribu

Menurut Budi, salah satu alasan utama penyesuaian harga adalah meningkatnya harga CPO yang menjadi bahan baku utama minyak goreng. Berdasarkan data terbaru, harga rata-rata CPO telah mencapai Rp15.445 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

"Kita ingin melihat lagi perkembangan harga CPO. Memang harga CPO naik, kemarin rata-rata Rp15.445," ujarnya.

Selain harga CPO, pemerintah juga masih memantau perkembangan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang hingga kini masih berfluktuasi. Kondisi tersebut membuat pemerintah memilih menunda penetapan HET baru hingga pasar menunjukkan tren yang lebih stabil.

Kementerian Perdagangan memperkirakan keputusan mengenai HET baru Minyakita dapat diumumkan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. Pemerintah berharap penyesuaian harga dapat menjaga ketersediaan pasokan Minyakita di pasar tanpa membebani konsumen secara berlebihan.

"Kita akan melihat harganya stabil. Setelah itu baru ditetapkan berapa angka untuk kenaikan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," jelas Budi.

Ia menambahkan, apabila harga CPO mulai menunjukkan kondisi yang relatif normal, pemerintah akan segera melakukan penyesuaian kebijakan agar distribusi dan pasokan minyak goreng rakyat tetap terjaga.

Kenaikan HET Minyakita menjadi perhatian karena produk ini merupakan minyak goreng bersubsidi yang banyak digunakan masyarakat. Penyesuaian harga diperkirakan akan berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pokok menjelang berbagai momentum konsumsi masyarakat.

Editor : Hany Akasah
#cpo #minyak sawit #MinyaKita #HET Minyakita