Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

PLN Group Bakal Dirombak Besar-Besaran, Entitas Dipangkas dari 44 Menjadi 23

Hany Akasah • Rabu, 3 Juni 2026 | 17:36 WIB
PERAMPINGAN: PLN diharapkan memiliki struktur organisasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan memiliki tata kelola yang lebih kuat
PERAMPINGAN: PLN diharapkan memiliki struktur organisasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan memiliki tata kelola yang lebih kuat

radarsurabayabisnis.id - Transformasi besar-besaran tengah disiapkan di tubuh PLN Group. Pemerintah melalui Danantara Indonesia menargetkan penyederhanaan struktur usaha PLN dengan memangkas jumlah entitas dari 44 menjadi hanya 23 entitas pada tahun 2028.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mempercepat transformasi korporasi dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

"Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional," ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (3/6).

Baca Juga: Dorong Produktivitas WFH, 116 Ribu Pelanggan PLN Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen

Program perampingan atau streamlining akan dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni konsolidasi usaha, divestasi, serta restrukturisasi portofolio bisnis. Melalui langkah tersebut, PLN diharapkan memiliki struktur organisasi yang lebih sederhana, terintegrasi, dan memiliki tata kelola yang lebih kuat.

Perampingan dari 44 menjadi 23 entitas dinilai dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, mempercepat eksekusi bisnis, sekaligus menekan biaya operasional di lingkungan PLN Group.

Agenda transformasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam pertemuan antara Dony Oskaria dan jajaran direksi PLN. Selain membahas restrukturisasi perusahaan, pertemuan juga menyoroti perkembangan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor PLN, Estimasi Biaya Pasang Listrik dan Tambah Daya Kini Bisa Lewat PLN Mobile

Dalam laporan yang disampaikan PLN, realisasi proyek dalam RUPTL menunjukkan perkembangan positif. Dari total proyek yang direncanakan, sebanyak 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi.

Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan pembangkit listrik baru, jaringan transmisi, gardu induk, hingga berbagai infrastruktur pendukung yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional guna memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Selain transformasi korporasi, PLN juga memperkuat sistem kelistrikan nasional pascagangguan yang sempat terjadi di Sumatera. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan meminimalkan potensi gangguan serupa di masa mendatang.

Untuk memperkuat sistem kelistrikan Sumatera, PLN menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan jaringan transmisi bertegangan tinggi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV serta penguatan infrastruktur backbone kelistrikan di berbagai wilayah.

Perusahaan juga berencana menambah kapasitas pembangkit listrik guna menjaga stabilitas pasokan dan mendukung kebutuhan energi nasional yang terus bertumbuh.

PLN optimistis bahwa transformasi korporasi, percepatan implementasi RUPTL 2025–2034, serta penguatan infrastruktur kelistrikan akan memperkuat peran perusahaan sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.

Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan agenda transisi energi Indonesia, PLN dituntut tidak hanya menjadi penyedia listrik yang andal, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan mempercepat pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Editor : Hany Akasah
#PLN Group #reformasi PLN #pln #Danantara