radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berencana menambah populasi sapi perah guna meningkatkan produksi susu segar dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan Jawa Timur saat ini menjadi sentra sapi perah terbesar di Indonesia. Dari total sekitar 500.000 ekor sapi perah nasional, sebanyak 300.000 ekor atau hampir 60 persen berada di Jawa Timur.
"Populasi sapi perah kita kurang lebih 300.000 ekor. Di Indonesia totalnya sekitar 500.000 ekor. Hampir 60 persen ada di Jawa Timur. Otomatis produksi susu kami menjadi yang terbesar di Indonesia," ujarnya, Rabu (3/6).
Baca Juga: Perkuat Industri Susu Dalam Negeri, Bappenas Dorong Hilirisasi Peternakan Sapi Perah di Boyolali
Meski menjadi penghasil susu segar terbesar di Tanah Air, Jawa Timur masih menghadapi kekurangan pasokan. Saat ini produksi susu segar di Jawa Timur berkisar antara 1.300 hingga 1.400 ton per hari, sedangkan kebutuhan industri pengolahan susu (IPS) mencapai sekitar 2.000 ton per hari.
Artinya, terdapat defisit pasokan hingga sekitar 600 ton susu segar setiap hari yang harus dipenuhi dari berbagai sumber.
"Saat ini produksi fresh milk kita antara 1.300 sampai 1.400 ton per hari. Kebutuhan untuk industri pengolahan susu mencapai 2.000 ton per hari. Jadi kita masih kekurangan," ungkap Indyah.
Menurutnya, kebutuhan susu nasional diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi protein hewani.
Baca Juga: Perkuat Industri Susu Dalam Negeri, Bappenas Dorong Hilirisasi Peternakan Sapi Perah di Boyolali
Selain itu, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat turut meningkatkan kebutuhan susu segar sebagai salah satu sumber gizi bagi masyarakat.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan tersebut, Pemprov Jatim bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan sektor swasta untuk mendatangkan ribuan sapi perah impor.
Beberapa perusahaan telah mulai melakukan penguatan populasi sapi perah. PT Greenfields, misalnya, telah mengimpor sekitar 1.200 ekor sapi perah pada tahun lalu. Sementara PT Rojokoyo di Banyuwangi mendatangkan sekitar 700 ekor sapi perah.
"Tahun ini direncanakan impor lagi dari Australia sekitar 1.500 ekor," jelas Indyah.
Menurutnya, penambahan populasi sapi perah tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi susu, tetapi juga memperkuat kapasitas peternak rakyat melalui sistem kemitraan.
Sapi-sapi perah yang didatangkan nantinya akan dipelihara oleh peternak lokal dengan pola inti-plasma sehingga terjadi transfer teknologi dan pengetahuan dari perusahaan besar kepada peternak rakyat.
"Nanti konsepnya dipelihara oleh peternak kita dengan sistem kemitraan. Ada transfer pengetahuan antara perusahaan besar dan peternak rakyat lewat sistem inti plasma yang kami kembangkan di Jawa Timur," pungkasnya.
Dengan dominasi populasi sapi perah nasional dan rencana penambahan ribuan sapi impor, Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai lumbung susu nasional sekaligus memenuhi kebutuhan susu segar yang terus meningkat di masa mendatang.
Editor : Hany Akasah