Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Lia Istifhama Serap Aspirasi Petani Sidoarjo, Soroti Alih Fungsi Lahan dan Regenerasi Petani

Hany Akasah • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:17 WIB
Lia Istifhama berdialog lesehan bersama pengurus HKTI dan Perempuan Tani Sidoarjo di Surabaya, Selasa (2/6), guna menyerap aspirasi sektor pertanian dan UMKM lokal.
Lia Istifhama berdialog lesehan bersama pengurus HKTI dan Perempuan Tani Sidoarjo di Surabaya, Selasa (2/6), guna menyerap aspirasi sektor pertanian dan UMKM lokal.

RADAR SURABAYA BISNIS – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menerima aspirasi para petani dan pelaku UMKM pertanian yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sidoarjo dalam kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Selasa (2/6).

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan itu, Lia berdiskusi dengan Ketua UMKM HKTI Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua Perempuan Tani (Pertani) HKTI Sidoarjo, Endang Prasetyowati, bersama pengurus, petani binaan, perempuan tani, dan pelaku UMKM pertanian.

Baca Juga: Menembus Ombak demi Silaturahmi, Mudik Gratis dan Ratusan Hewan Qurban Hulu Migas Jabanusa Jadi Penyelamat Warga Kepulauan

Berbagai persoalan sektor pertanian mengemuka dalam pertemuan tersebut. Mulai dari alih fungsi lahan pertanian, kebutuhan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lokal, regenerasi petani, hingga penguatan hilirisasi produk pertanian.

Lia mengatakan sektor pertanian harus menjadi perhatian serius karena memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat pedesaan.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan nasional. Karena itu, berbagai persoalan yang mereka hadapi harus mendapatkan perhatian dan solusi yang konkret,” ujarnya.

Baca Juga: Lia Istifhama Dorong Sinkronisasi Regulasi dan Pemerataan Investasi di Jatim

Salah satu isu yang paling banyak disampaikan peserta adalah semakin berkurangnya lahan pertanian akibat ekspansi kawasan industri dan perumahan di Kabupaten Sidoarjo. Sebagai daerah penyangga Surabaya, tekanan terhadap lahan produktif dinilai semakin besar dari tahun ke tahun.

Endang Prasetyowati menyampaikan perlunya pengawalan yang lebih ketat terhadap Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar sawah produktif tidak terus beralih fungsi.

“Kalau lahan pertanian terus berkurang, tentu akan berdampak terhadap produksi pangan kita ke depan. Karena itu perlindungan lahan harus menjadi prioritas,” katanya.

Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp17.845 pada Awal Juni, Ini Dampaknya ke Pasar Domestik

Selain persoalan lahan, petani juga mengeluhkan kebutuhan benih unggul yang sesuai dengan karakteristik iklim dan kondisi tanah di Sidoarjo. Perubahan cuaca yang semakin tidak menentu membuat risiko gagal panen meningkat apabila benih yang digunakan tidak adaptif terhadap kondisi setempat.

Dalam forum tersebut, peserta mendorong pemerintah memperkuat riset pertanian dan memperluas distribusi benih unggul spesifik lokasi yang mampu menghadapi cuaca ekstrem seperti banjir maupun kekeringan.

Persoalan regenerasi petani juga menjadi perhatian. Menurut para peserta, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih rendah karena profesi petani dianggap kurang menjanjikan dibanding sektor industri dan jasa.

Baca Juga: AI Sales Automation Tool: Strategi Penjualan yang Lebih Cerdas

Karena itu, HKTI Sidoarjo mendorong pengembangan program petani milenial melalui pelatihan teknologi digital, mekanisasi pertanian, serta penyediaan alat dan mesin pertanian modern yang lebih mudah diakses oleh anak muda.

Lia menilai regenerasi petani menjadi salah satu tantangan terbesar sektor pertanian saat ini. Menurutnya, pertanian harus diperkenalkan sebagai sektor yang modern, produktif, dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

“Kita perlu menghadirkan pertanian yang dekat dengan teknologi agar generasi muda melihat sektor ini sebagai peluang, bukan sekadar pekerjaan tradisional,” ujarnya.

Baca Juga: Dinamika Harga Pangan hari Selasa 2 Juni 2026, Cabai Kompak Turun, Komoditas Wortel Mengalami Lonjakan

Di sisi lain, peserta juga menyoroti pentingnya hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen. Melalui program UMKM binaan HKTI, sejumlah komoditas pertanian telah diolah menjadi produk siap jual yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Selain memperkuat hilirisasi, para petani juga meminta pemerintah menjaga stabilitas harga hasil pertanian dengan tidak membuka keran impor komoditas pangan saat musim panen raya berlangsung.

Mereka menilai kebijakan impor pada saat produksi dalam negeri melimpah dapat menekan harga di tingkat petani dan mengurangi keuntungan yang diterima petani lokal.

Baca Juga: Aturan PPh UMKM 0,5 Persen Direvisi, Kini PT dan CV Resmi Kena Pajak 22 Persen dari Laba Bersih

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Lia menyatakan akan membawa berbagai masukan yang disampaikan petani dan HKTI Sidoarjo sebagai bahan pelaksanaan fungsi pengawasan dan pertimbangan kebijakan di DPD RI.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani komunikasi antara petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat guna memperkuat kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan petani.

“Pertanian tidak hanya soal produksi pangan, tetapi juga soal keberlanjutan ekonomi masyarakat. Karena itu aspirasi petani harus terus diperjuangkan agar menjadi bagian dari kebijakan nasional,” tegasnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terkoreksi Turun Rp25.000 per Gram pada Selasa Pagi

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
senator cantik hkti jatim petani sidoarjo Lia Istifhama