RADAR SURABAYA BISNIS – Pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat menunjukkan dinamika yang variatif di pasar.
Berdasarkan data terbaru Pada hari Selasa (02/06), sejumlah komoditas pangan mengalami pergerakan harga, di mana sektor hortikultura seperti cabai mencatatkan tren penurunan yang cukup signifikan, sementara komoditas sayur-mayur lain seperti wortel justru mengalami kenaikan harga yang cukup tajam.
Komoditas cabai, yang kerap menjadi penyumbang inflasi, terpantau mengalami penurunan harga di seluruh varian.
Baca Juga: Aturan PPh UMKM 0,5 Persen Direvisi, Kini PT dan CV Resmi Kena Pajak 22 Persen dari Laba Bersih
Cabe Merah Besar mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 5,10%, diikuti oleh Cabe Rawit Merah sebesar 3,63%, dan Cabe Merah Keriting yang terkoreksi 2,11%.
Penurunan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.
Sebaliknya, kenaikan harga tertinggi justru dialami oleh komoditas wortel, yang melonjak sebesar 5,52% dibandingkan harga kemarin.
Baca Juga: Harga Emas Antam Terkoreksi Turun Rp25.000 per Gram pada Selasa Pagi
Selain wortel, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mengalami tren kenaikan tipis, seperti Minyak Goreng Curah yang naik 1,13%, serta kedelai baik impor maupun lokal yang masing-masing mengalami kenaikan 0,46% dan 0,84%.
Untuk komoditas protein hewani, harga Daging Ayam Kampung mencatatkan penurunan sebesar 2,88%, sementara Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Kampung masing-masing terkoreksi 0,40% dan 1,64%. Sementara itu, harga beras terpantau relatif stabil dengan pergerakan yang sangat minim.
Baca Juga: Proyek Raksasa PLTS 100 GW Dimulai, 24 Ribu Hektare Lahan di Pulau Jawa Disiapkan
Beras Premium tercatat naik tipis 0,01%, sedangkan Beras Medium justru mengalami penurunan 0,13%.
Stabilitas harga dan fluktuasi ini terus dipantau untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, serta terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan harga pangan di wilayah masing-masing. (nov/han)
Baca Juga: Musim Umrah 1448 H Dibuka Lebih Awal, Ini Jadwal Krusial yang Wajib Dicatata
Editor : Hany Akasah