radarsurabayabisnis.id - Kinerja APBN di Jawa Timur hingga 30 April 2026 menunjukkan tren positif. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp86,85 triliun atau setara 28,76 persen dari target tahunan Rp301,95 triliun. Angka ini tumbuh 7,14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Kepala Kanwil DJPb Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam, menyebut capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemulihan ekonomi regional terus bergerak membaik, terutama ditopang sektor industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.
“Secara tahunan tumbuh 7,14 persen,” ujar Saiful, Jumat (29/5/2026).
Penerimaan Pajak dan Cukai Jadi Penopang Utama
Dari total pendapatan negara di Jawa Timur, penerimaan perpajakan mendominasi dengan nilai Rp83,72 triliun. Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp3,12 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari penerimaan kepabeanan dan cukai yang dibukukan Ditjen Bea Cukai sebesar Rp46,83 triliun. Sedangkan Ditjen Pajak menyumbang Rp36,90 triliun.
Baca Juga: Harga Sapi Naik hingga Rp10 Juta, Peternak Jatim Malah Laris dan Cuan
Menariknya, pertumbuhan tertinggi justru datang dari sektor PNBP yang melonjak 16,34 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan layanan pemerintah mulai kembali meningkat.
PPN dan PPnBM Melonjak Hampir 22 Persen
Saiful menjelaskan, penerimaan pajak neto di Jawa Timur tumbuh 10,60 persen menjadi Rp36,90 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM yang mencapai Rp17,52 triliun.
Nilai itu meningkat tajam hingga 21,99 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan PPN dan PPnBM dinilai menjadi indikator menguatnya aktivitas konsumsi masyarakat serta meningkatnya transaksi sektor usaha di Jawa Timur sepanjang awal 2026.
Industri Pengolahan Jadi Penyumbang Terbesar Pajak
Empat sektor utama tercatat menjadi tulang punggung penerimaan pajak bruto di Jawa Timur. Sektor tersebut meliputi:
- Industri pengolahan
- Perdagangan
- Transportasi dan pergudangan
- Administrasi pemerintahan
Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 85,3 persen dari total penerimaan pajak bruto di Jawa Timur.
“Penerimaan pajak April 2026 secara neto tumbuh 11,6 persen yoy. Ini mengindikasikan perbaikan ekonomi global dan nasional,” jelas Saiful.
Belanja Negara di Jatim Capai Rp39 Triliun
Di sisi belanja negara, realisasi APBN di Jawa Timur hingga April 2026 mencapai Rp39,02 triliun atau 34,73 persen dari total pagu anggaran.
Rinciannya terdiri dari:
- Belanja kementerian/lembaga (K/L): Rp14,02 triliun
- Transfer ke daerah (TKD): Rp25 triliun
Belanja tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis.
Pemulihan Ekonomi Jawa Timur Dinilai Semakin Kuat
Membaiknya kinerja APBN regional Jawa Timur menjadi indikator penting bahwa roda ekonomi daerah terus bergerak positif pada awal 2026.
Peningkatan aktivitas industri, perdagangan, logistik, hingga konsumsi masyarakat dinilai menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan penerimaan negara di provinsi ini.
Dengan tren tersebut, Jawa Timur diproyeksikan tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional sepanjang 2026.
Editor : Hany Akasah