Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Strategi Baru BGN, Stop Sistem Bundling Makan Bergizi Gratis Demi Efisiensi Anggaran

Hany Akasah • Kamis, 28 Mei 2026 | 12:33 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya (tengah), memberikan keterangan pers terkait langkah efisiensi anggaran dan penyesuaian tata kelola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya (tengah), memberikan keterangan pers terkait langkah efisiensi anggaran dan penyesuaian tata kelola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.

RADAR SURABAYA BISNIS — Dalam upaya mendukung efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sektor publik, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan restrukturisasi tata kelola operasional pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan penggunaan anggaran pemerintah tanpa mengorbankan kualitas dan substansi pemenuhan gizi penerima manfaat.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa efisiensi tersebut direalisasikan melalui penyesuaian pola rantai distribusi. 

Baca Juga: Resmi! Meta Luncurkan Instagram, Facebook dan WhatsApp Berbayar, Segini Harganya

Program MBG yang sebelumnya didistribusikan selama enam hari dalam sepekan, kini difokuskan menjadi lima hari kerja, menyesuaikan dengan hari aktif belajar mengajar di sekolah.

“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony dalam keterangan resminya, (26/5/2026).

Dari sisi tata kelola distribusi, BGN juga resmi menghentikan sistem bundling makanan yang sebelumnya diterapkan pada hari libur nasional atau hari libur di tengah pekan. 

Baca Juga: APRI Sebut Produksi Emas Tambang Rakyat Tembus 120 Ton per Tahun

Sebelumnya, sistem ini memungkinkan alokasi makanan untuk hari libur dibagikan lebih awal dalam bentuk paket bawaan pulang (takeaway).

Kini, penyaluran logistik gizi difokuskan secara eksklusif pada saat peserta didik hadir secara fisik di sekolah. "Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan. Nah sekarang sudah tidak lagi," jelas Sony.

Langkah ini dinilai mampu mengurangi potensi pemborosan (waste/shrinkage) dalam rantai pasok distribusi makanan, memastikan setiap porsi tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga: Rupiah Offshore Nyaris Sentuh Rp 17.900 per Dolar AS, Tekanan Global Kian Berat

Sony juga menegaskan bahwa penyesuaian operasional ini tidak memotong nilai bantuan yang disalurkan. Optimalisasi difokuskan murni pada aspek tata kelola distribusi. 

"Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien," tegasnya.

Kebijakan restrukturisasi ini diharapkan menjadi langkah penguatan tata kelola operasional Program MBG secara nasional. Dengan menekan potensi inefisiensi, BGN memastikan akuntabilitas program dan optimalisasi manfaat bagi masyarakat tetap terjaga, sejalan dengan visi keberlanjutan program gizi pemerintah.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Kamis 28 Mei 2026, Cabai dan Bawang Naik

Editor : Hany Akasah
#bundling #Mbg #apbn #BGN #efisiensi