RADAR SURABAYA BISNIS – Guna memacu pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026, Pemerintah Republik Indonesia resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi komprehensif.
Kebijakan ini menyasar peningkatkan daya beli masyarakat melalui insentif pajak bagi pekerja kreatif, diskon transportasi massal, hingga alokasi triliunan rupiah untuk penguatan kompetensi tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa paket kebijakan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Rabu 27 Mei 2026, Daging Ayam dan Cabai Turun
Salah satu sorotan utama adalah realisasi janji kampanye Presiden terkait dukungan bagi pekerja kreatif, yakni penetapan Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5 persen untuk profesi penulis.
"Kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak untuk penulis. Diberikan PPh final sebesar 1,5 persen. Ini merupakan janji kampanye Bapak Presiden," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Dari sisi bisnis transportasi dan pariwisata, pemerintah memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat dengan menggelontorkan subsidi tiket selama periode libur sekolah dan libur Natal-Tahun Baru (Nataru).
Baca Juga: Lewat Program Terintegrasi, Cargill Dorong Akses Gizi dan Kesehatan Masyarakat di Jawa Timur
Subsidi tiket kereta api (KA), angkutan laut, dan penyeberangan disiapkan sebesar Rp190,5 miliar untuk libur sekolah (target 3,07 juta orang) dan Rp161,4 miliar untuk periode Nataru (target 2,87 juta orang).
Sementara itu, untuk sektor penerbangan, pemerintah kembali memberlakukan diskon tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 30 persen melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Anggaran yang disiapkan mencapai Rp472,7 miliar untuk 2,3 juta penumpang saat libur sekolah, dan Rp722 miliar untuk 3,7 juta penumpang pada periode Nataru.
Baca Juga: Emas Antam Lanjut Melemah, Buyback Terkoreksi Lagi
Selain insentif konsumsi, stimulus ini juga difokuskan pada investasi sumber daya manusia untuk menjawab kebutuhan industri.
Program magang nasional batch IV akan dimulai pada Juli 2026 dengan menargetkan 150 ribu peserta, didukung anggaran sebesar Rp4,14 triliun.
Pemerintah juga mengalokasikan Rp2,12 triliun untuk program vokasi nasional yang menyasar 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Seluruh rangkaian stimulus ini diharapkan mampu menciptakan efek ganda (multiplier effect) yang solid bagi roda bisnis dan ekonomi nasional di paruh pertama tahun ini.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis