RADAR SURABAYA BISNIS – Potensi ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan semakin menjanjikan pada tahun 2026. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan bahwa jumlah pengguna internet di Tanah Air telah menembus 235,2 juta jiwa, mencatatkan tingkat penetrasi sebesar 81,72% dari total populasi.
Angka ini mencerminkan penambahan sekitar enam juta pengguna baru (tumbuh 1,06%) dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku bisnis, khususnya di sektor e-commerce, layanan keuangan digital, dan pemasaran daring.
Berdasarkan hasil survei APJII yang dilakukan pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026, sebanyak 18,7% responden secara spesifik memanfaatkan internet untuk transaksi e-commerce dan jasa. Sementara itu, 5,8% pengguna mengandalkan internet untuk mengakses layanan keuangan.
Baca Juga: Penerimaan Pajak RI Tembus Rp 646 Triliun, Sektor Ini Jadi Penyelamat!
"Peningkatan penetrasi yang konsisten dari 77% pada 2022 menjadi 81,72% pada 2026 menunjukkan bahwa adopsi digital masyarakat semakin matang, tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk kebutuhan ekonomi produktif," mengutip tren data dari laporan APJII. Jawa**
Bagi pelaku bisnis yang menargetkan pasar domestik, Pulau Jawa masih menjadi episentrum utama. Wilayah ini mendominasi dengan tingkat penetrasi mencapai 85,95% dan menyumbang 58,24% terhadap total pengguna internet nasional.
Meski demikian, wilayah lain juga menunjukkan penetrasi yang signifikan, seperti Kalimantan (78,24%), Sulawesi (80,40%), dan Sumatera (72,58%), yang dapat menjadi target ekspansi pasar digital baru di luar Jawa.
Di balik besarnya potensi pasar, pelaku bisnis dan pemerintah masih dihadapkan pada tantangan pemerataan. Survei APJII mengungkap masih ada sebagian masyarakat yang belum terkoneksi karena kendala kepemilikan perangkat (34%), kurangnya literasi digital (31,5%), hingga tingginya harga kuota internet (17,2%).
Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan teknologi dan penyedia layanan telekomunikasi untuk menghadirkan solusi perangkat terjangkau dan paket data yang lebih ekonomis guna merangkul pangsa pasar yang belum tersentuh.
Editor : Hany Akasah