Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Fokus Anggaran dan Distribusi, Bulog Salurkan 1,9 Juta Ton Beras di Tengah Ancaman El Nino

Hany Akasah • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:52 WIB
Tumpukan karung beras Bulog ukuran 50 kg yang siap didistribusikan.
Tumpukan karung beras Bulog ukuran 50 kg yang siap didistribusikan.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah terus mematangkan langkah antisipasi terhadap dampak ekonomi dan kelangkaan pasokan akibat fenomena kemarau panjang El Nino Godzilla. 

Dari sisi ketahanan logistik dan bisnis pangan, Perum Bulog bersiap mengelola tambahan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) yang menelan anggaran hingga Rp11,92 triliun.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa tambahan distribusi ini merupakan strategi konkret untuk mengamankan pasokan pangan di tengah ancaman kekeringan ekstrem dan gejolak geopolitik global yang dapat memengaruhi harga pasar.

Baca Juga: Viral di Medsos Daftar Mobil yang Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026

“Kemarin yang disetujui dari Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV adalah disetujuinya program tambahan bantuan pangan untuk periode ke depan,” jelas Rizal saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Secara volume, tambahan penyaluran Banpang ini setara dengan 1,3 juta ton beras. Penambahan tersebut membuat total volume distribusi Banpang oleh Bulog sepanjang tahun 2026 diproyeksikan menyentuh angka 1,9 juta ton. 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, anggaran belasan triliun rupiah tersebut disiapkan untuk menyasar 33 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Baca Juga: Menkeu Pastikan Indonesia Tak Akan Krisis seperti 1998, Rupiah Akan Menguat ke Rp15.000

Perputaran komoditas dalam skala masif ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bantalan sosial bagi masyarakat di akar rumput, tetapi juga menjadi instrumen intervensi pasar yang krusial untuk meredam spekulasi harga beras menjelang akhir tahun.

Terdapat perubahan strategis dalam struktur penyaluran komoditas pada periode ini. Jika pada periode Februari dan Maret paket bantuan terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, alokasi tambahan kali ini secara eksklusif hanya menyalurkan beras.

“Kemudian komoditas yang disalurkan hanya beras saja. Kalau dua bulan berarti menjadi 20 kilogram,” tegas Rizal.

Baca Juga: Ekspor Sumber Daya Alam Wajib Lewat BUMN Export, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Sesuai dengan penugasan yang diterima Bulog saat ini, distribusi beras sebanyak 10 kilogram per bulan per keluarga tersebut akan dialokasikan pada bulan Agustus dan November. 

Langkah efisiensi komoditas ini dinilai memudahkan percepatan distribusi logistik di lapangan sekaligus memastikan ketahanan pangan dasar masyarakat tetap terjaga di fase puncak El Nino.

Baca Juga: Buntut Rupiah Tembus Rp17.646 per Dolar AS, Kenaikan Harga dan PHK Mengintai

 

Editor : Hany Akasah
#pangan #beras #bantuan #el nino #bulog