RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan bawang merah nasional menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Upaya tersebut dilakukan di tengah tantangan cuaca ekstrem yang belakangan memengaruhi produksi di sejumlah sentra pertanian.
Kementerian Pertanian memastikan stok bawang merah nasional hingga saat ini masih berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan produksi bawang merah nasional secara umum masih mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri.
Baca Juga: Berikut 10 Merek Mobil Terlaris April 2026, Brand Cina Terus Naik Daun
Ia menjelaskan, produksi bawang merah nasional rata-rata mencapai sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen setiap tahun.
Sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 1,26 juta ton per tahun.
“Menghadapi Iduladha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,” kata Ratule dalam keterangannya, dikutip Kamis (21/5).
Meski demikian, Kementan mengakui kondisi cuaca beberapa bulan terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi petani bawang merah di berbagai daerah.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Kamis 21 Mei 2026, Daging Kompak Turun
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menyebut musim tanam pada periode Maret hingga Mei tahun ini diwarnai cuaca ekstrem yang memicu munculnya organisme pengganggu tanaman (OPT).
Serangan hama seperti ulat grayak dan penyakit moler disebut berdampak pada penurunan produktivitas di sejumlah wilayah sentra produksi bawang merah.
Walaupun begitu, distribusi bawang merah dari berbagai daerah utama seperti Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, hingga Garut masih berjalan dengan lancar.
“Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama,” ungkap Agung.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, mengatakan stok bawang merah hingga akhir Mei masih tersedia meskipun produksi di sejumlah wilayah mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 persen akibat faktor cuaca.
Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah Meski BI Naikkan Suku Bunga 5,25 Persen
Menurutnya, harga bawang merah diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga periode Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat.
“Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi,” ujarnya.
Pemerintah berharap koordinasi antara petani, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku distribusi dapat menjaga kestabilan pasokan bawang merah nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momentum Iduladha. (iza/han)
Editor : Hany Akasah