Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekspor Alumina Indonesia Tembus 1,5 Juta Ton di Kuartal I 2026

Hany Akasah • Rabu, 20 Mei 2026 | 13:05 WIB
ILUSTRASI: Permintaan alumina dari negara-negara Asia dan Timur Tengah mendorong kenaikan ekspor Indonesia pada awal 2026
ILUSTRASI: Permintaan alumina dari negara-negara Asia dan Timur Tengah mendorong kenaikan ekspor Indonesia pada awal 2026

RADAR SURABAYA BISNIS - Kinerja ekspor alumina Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan pada awal 2026.

Permintaan yang terus tumbuh dari sejumlah negara Asia hingga Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan ekspor bahan baku aluminium tersebut.

Di tengah kondisi harga alumina global yang sedang melemah, volume ekspor Indonesia justru mengalami kenaikan cukup tajam sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dihimpun Mysteel Global, ekspor alumina Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 1,5 juta ton.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Pariwisata, RI Siapkan Insentif Khusus untuk Menarik Rumah Produksi Film Global

Jumlah tersebut meningkat sekitar 40,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Malaysia tercatat menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi sekitar 24,4 persen dari total pengiriman alumina Indonesia.

Selain Malaysia, permintaan juga datang dari India dan Qatar.

Sementara itu, China juga disebut mengalami peningkatan impor alumina dari Indonesia dibanding tahun lalu, seiring kebutuhan bahan baku industri aluminium yang terus bertambah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bergejolak, Kemenkeu Jamin Defisit APBN 2026 Terkendali Tanpa Kenaikan BBM

Meski dari sisi volume mengalami lonjakan, nilai ekspor alumina Indonesia justru mengalami penurunan.

Sepanjang kuartal I 2026, nilai ekspor tercatat sebesar US$ 513,8 juta atau turun sekitar 27,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan nilai tersebut dipengaruhi melemahnya harga alumina di pasar global dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi harga yang menurun membuat nilai perdagangan tidak tumbuh secepat kenaikan volume ekspor yang terjadi.

Di sisi lain, impor alumina Indonesia justru mengalami penurunan.

Hal tersebut turut mendorong kenaikan surplus perdagangan alumina nasional secara signifikan.

Baca Juga: Rupiah Lanjut Terseret Pelemahan di Tengah Risiko Inflasi

Surplus perdagangan alumina Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai sekitar 1,2 juta ton atau meningkat 62,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ekspor alumina ini dinilai menunjukkan sektor hilirisasi mineral Indonesia masih terus berkembang dan memiliki daya saing di pasar internasional.

Selain menjadi bahan baku utama aluminium, alumina juga memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri, mulai dari otomotif, konstruksi, elektronik, hingga manufaktur.

Dengan meningkatnya permintaan global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperkuat posisi sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok industri mineral dunia. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#alumina #aluminium #mineral #ekspor #global