radarsurabayabisnis.id - Badan Gizi Nasional menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan penggunaan produk pangan lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan kebutuhan telur dan bahan pangan lain untuk program MBG harus berasal dari produksi dalam negeri serta menyerap hasil peternak lokal di masing-masing daerah.
“SPPG harus mengutamakan produk dan produksi lokal, termasuk untuk kebutuhan telur dalam Program MBG,” katanya di Jakarta, Senin (18/5).
Baca Juga: Dijuluki Chicken of the Sea, Ikan Nila RI Makin Diburu Pasar Global
Menurut Dadan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebutuhan telur dalam program MBG wajib menggunakan produksi lokal.
BGN juga menegaskan tidak menetapkan menu nasional secara seragam. Pemerintah hanya menentukan standar komposisi gizi, sementara menu disesuaikan dengan potensi pangan dan kebiasaan masyarakat di tiap daerah.
Baca Juga: 1.061 Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi, 9.200 Unit Lain Hampir Rampung
Untuk mendukung hal tersebut, ahli gizi telah ditempatkan di setiap SPPG guna menyusun menu berbasis bahan pangan lokal sekaligus memastikan kebutuhan nutrisi penerima program terpenuhi.
Selain meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, penggunaan produk lokal diharapkan mampu memperkuat ekonomi daerah dan menjaga stabilitas harga hasil peternakan di tingkat produsen.
Editor : Hany Akasah