Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jawa Timur Kembali Jadi Provinsi Terinovatif, 24 Ribu Inovasi Ini Jadi Bukti

Mus Purmadani • Senin, 18 Mei 2026 | 20:49 WIB
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai,  menjelaskan berbagai program inovasi yang dinilai memberi dampak langsung terhadap layanan pendidikan di Jawa Timur.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan berbagai program inovasi yang dinilai memberi dampak langsung terhadap layanan pendidikan di Jawa Timur.

radarsurabayabisnis.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memaparkan berbagai capaian inovasi pendidikan periode 2024–2025 di hadapan tim penilai Innovation Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri. Presentasi tersebut menjadi bagian dari penilaian inovasi daerah yang berdampak pada peningkatan layanan pendidikan dan tata kelola pemerintahan.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan Jawa Timur selama ini menjadi daerah dengan kontribusi inovasi terbanyak dalam ajang IGA Award dan berhasil meraih predikat provinsi paling inovatif di Indonesia.

“Dindik Jatim memberikan dukungan jumlah inovasi terbanyak dalam IGA Award dan Jawa Timur menjadi juara satu nasional,” ujarnya.

jBaca Juga: Terungkap Hantavirus Ada di Jatim, Satu Pasien Pernah Dirawat di RSUD dr Soetomo

Dalam pemaparannya, Aries mengenalkan dua program unggulan, yakni Program Terapan Ekonomi Guru Non-ASN (Proteg) dan East Java Innovative Education Summit (EJIES). Menurutnya, kedua program tersebut memberi dampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Salah satu program yang paling menyita perhatian ialah EJIES. Ajang tersebut menjadi wadah ribuan guru dan sekolah di Jawa Timur untuk memamerkan berbagai terobosan pendidikan.

“Total ada sekitar 24 ribu inovasi yang masuk dalam EJIES,” jelas Aries.

Ia mengungkapkan, dari total 398 inovasi yang diajukan dalam penilaian, sebanyak 196 inovasi dinyatakan telah mencapai tingkat kematangan tinggi berdasarkan hasil validasi dan manfaatnya bagi masyarakat.

Menurut Aries, inovasi pendidikan harus menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan lingkungan sekolah. Karena itu, pihaknya terus mendorong guru serta tenaga pendidik untuk aktif menciptakan terobosan baru.

Baca Juga: Melonjak Drastis Stok Beras Tembus 1,3 Juta Ton, Gudang Bulog Jatim Nyaris Penuh

“Inovasi yang lahir merupakan jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat. Tujuannya agar pendidikan benar-benar memberikan dampak nyata,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menegaskan Jawa Timur hingga kini masih menjadi provinsi dengan skor inovasi tertinggi secara nasional.

Meski demikian, ia mengingatkan posisi tersebut tidak membuat Jawa Timur berada di zona aman. Menurutnya, daerah lain juga terus melakukan percepatan inovasi.

“Jawa Timur bukan dalam posisi aman meskipun sudah menjadi daerah terinovatif. Karena itu akselerasi inovasi harus terus dilakukan,” ujarnya.

Yusharto menilai tantangan terbesar saat ini adalah membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif antarorganisasi perangkat daerah. Ia mencontohkan pentingnya kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan untuk mendukung transportasi pelajar yang lebih nyaman dan aman.

Selain itu, Kemendagri juga tengah menyiapkan arah penilaian inovasi daerah tahun 2026 yang akan dikaitkan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dan program prioritas nasional pemerintah.

Di sisi lain, Guru Besar Universitas Sriwijaya, Dyah, menilai budaya inovasi di Jawa Timur sudah terbentuk dengan baik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia bahkan menyebut Jawa Timur selalu selangkah lebih maju dibanding daerah lain dalam pengembangan inovasi pendidikan.

“Saya menyebut Jawa Timur selalu one step ahead,” katanya.

Dyah juga mengapresiasi inovasi Dindik Jatim yang dinilai tidak hanya fokus pada kualitas pembelajaran, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan guru dan murid. Menurutnya, inovasi yang berhasil harus terus dilembagakan agar tetap berjalan meski terjadi pergantian pimpinan.

Editor : Hany Akasah
#EJIES #provinsi jatim #jawa timur #Dindik Jatim