Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Cara Tak Biasa Peternak Surabaya Rawat Sapi Kurban, Dipijat hingga Diajak Ngobrol

Rahmat Sudrajat • Senin, 18 Mei 2026 | 18:05 WIB
Selain terapi pijat dan musik, asupan nutrisi ternak juga dijaga dengan pakan berkualitas
Selain terapi pijat dan musik, asupan nutrisi ternak juga dijaga dengan pakan berkualitas

radarsurabayabisnis.id - Menjelang Hari Raya Iduladha, cara unik dilakukan seorang peternak sapi kurban di kawasan Surabaya. Demi menjaga kesehatan dan kualitas hewan ternaknya, sapi-sapi kurban dirawat dengan pijatan rutin hingga diperdengarkan alunan musik setiap hari.

Metode tak biasa ini dilakukan agar sapi tetap sehat, tidak mudah stres, dan menghasilkan kualitas daging yang lebih baik saat disembelih nanti. Cara perawatan unik tersebut bahkan menjadi perhatian warga yang datang langsung melihat kondisi sapi kurban di peternakan tersebut.

Baca Juga: Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Surplus 891 Ribu Ekor, Fokus Jaga Stabilitas Harga Pasar

Pemilik peternakan, Suyatno, mengungkapkan bahwa terapi pijat dan musik sudah menjadi kebiasaan yang diterapkannya sejak bertahun-tahun lalu. Menurutnya, perlakuan tersebut menjadi alternatif tambahan selain perawatan medis rutin dari dokter hewan.

“Ini menjadi alternatif selain penanganan medis. Kami punya kebiasaan merawat sapi kurban dengan dipijat setiap pagi dan sore saat dimandikan. Tak jarang kami juga memberikan alunan musik,” ujar Suyatno, Senin (18/5).

Ia menjelaskan, pijatan dilakukan di seluruh bagian tubuh sapi agar otot tidak kaku sehingga pertumbuhan hewan menjadi lebih maksimal. Dengan kondisi tubuh yang rileks, sapi juga dinilai lebih sehat dan cepat gemuk.

Baca Juga: Mentan Ungkap Indonesia Mulai Ekspor Pupuk Urea Rp 7 Triliun ke Australia

Tak hanya dipijat, Suyatno juga kerap mengajak sapi-sapinya berinteraksi seperti teman sendiri. Ia percaya perlakuan yang baik membuat hewan ternak lebih nyaman dan tidak mudah stres.

“Pijatan ini penting agar ototnya lentur dan tumbuh maksimal. Saya juga sering bicara, ‘Sehat ya, jangan sakit ya,’ sambil memijat. Saya percaya sapi bisa mengerti perlakuan baik ini,” jelasnya.

Metode perawatan unik itu telah diterapkan sejak tahun 2009. Hasilnya, sapi jenis Limosin, Simental, hingga Marlboro miliknya tampak lebih tambun, sehat, dan aktif dibandingkan ternak biasa.

Selain terapi pijat dan musik, kebutuhan nutrisi sapi juga dijaga ketat. Pakan yang diberikan berupa campuran tempe, air rebusan tempe, konsentrat, serta jerami berkualitas agar kondisi sapi tetap prima menjelang Iduladha.

Suyatno memastikan seluruh sapi kurban miliknya aman dan layak dijual karena telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari pemerintah.

“Sapi-sapi kami sudah diperiksa dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya dan dinyatakan sehat serta layak diperjualbelikan sebagai hewan kurban,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#hewan kurban #kurban #idul adha #sapi kurban