Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Swasembada Pangan Terjaga, Indonesia Kebanjiran Permintaan Ekspor Pupuk

Hany Akasah • Minggu, 17 Mei 2026 | 11:01 WIB
KEDAULATAN PANGAN DAN EKSPOR: Keberhasilan swasembada pangan kini berdampak positif pada iklim bisnis pertanian.
KEDAULATAN PANGAN DAN EKSPOR: Keberhasilan swasembada pangan kini berdampak positif pada iklim bisnis pertanian.

RADAR SURABAYA BISNIS – Sektor agribisnis Indonesia menunjukkan performa bisnis dan ketahanan yang gemilang, di bawah strategi penguatan fondasi pangan yang didorong Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tidak hanya mencatatkan rekor sejarah pada cadangan beras nasional, tetapi juga berhasil memperluas pasar ekspor komoditas pendukung pertanian ke kancah internasional.

Dalam peninjauan strategis di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pemerintah meresmikan infrastruktur baru berupa 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026. Langkah ini mempertegas integrasi pengamanan pasokan komoditas dari hulu ke hilir.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Minggu 17 Mei 2026, Daging dan Telur Turun

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa setelah mencapai swasembada beras pada tahun 2025, fokus bisnis pangan pemerintah kini melebar ke komoditas strategis lainnya.

"Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya," ujar Prasetyo Hadi kepada awak media.

Dari sisi manajemen pasokan, posisi tawar Indonesia di pasar pangan sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Bulog saat ini menembus angka impresif 5,3 juta ton. 

Baca Juga: Emas Antam Bertahan di Level yang Sama Setelah Koreksi Tajam

Angka ini menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah yang memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen, sekaligus menjaga daya beli pasar domestik agar tetap terkendali.

Kabar baik bagi iklim investasi pertanian juga datang dari subsektor industri pupuk. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa ketersediaan pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman.

Melimpahnya produksi dalam negeri membuka keran ekspor baru yang menguntungkan secara neraca perdagangan.

Baca Juga: Petani Tuban Sumringah, Harga Jagung Tembus Rp6.200/Kg Saat Dikunjungi Presiden Prabowo

Indonesia dilaporkan telah mengekspor produk pupuk ke sejumlah negara mitra besar, termasuk Australia, Filipina, Brasil, hingga India. Performa ekspor ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari pemerintah luar negeri.

"Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali," papar Amran Sulaiman.

Menariknya, ekspansi ke pasar ekspor global tidak mengorbankan kepentingan petani lokal. Industri pupuk dalam negeri justru berhasil melakukan efisiensi yang berdampak pada penurunan harga pupuk domestik hingga mencapai 20 persen.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Panen Raya Jagung Tuban Jadi Momentum Emas Hilirisasi Agribisnis

Bagi pelaku usaha agribisnis dan para petani, penurunan harga pupuk ini menjadi katalis penting untuk menekan biaya produksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan margin keuntungan serta produktivitas hasil tani nasional secara berkelanjutan.

Editor : Hany Akasah
#mensesneg #pupuk #beras #agribisnis #jagung