Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tembus Pasar Global, Ikan Nila Indonesia Jadi Andalan Baru Ekspor Perikanan

Hany Akasah • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:07 WIB
CHICKEN OF THE SEA: Petugas menunjukkan kualitas daging filet ikan nila (tilapia) yang siap diproses untuk pasar ekspor.
CHICKEN OF THE SEA: Petugas menunjukkan kualitas daging filet ikan nila (tilapia) yang siap diproses untuk pasar ekspor.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menegaskan bahwa ikan nila (tilapia) kini menjadi komoditas emas bagi ekspor perikanan Indonesia. 

Dengan karakteristik rasa yang ringan dan kandungan gizi tinggi, ikan ini sukses menembus pasar ketat seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana, mengungkapkan bahwa ikan nila kini dikenal di pasar internasional sebagai "Chicken of the Sea".

Baca Juga: Langka! Pria di Mojokerto Sukses Ternak Unta Australia, Harganya Bikin Melongo!

Hal ini dikarenakan kandungan proteinnya yang mencapai 20-29 gram per 100 gram sajian, serta kaya akan Omega-3, 6, 9, dan Vitamin B12.

“Saat ini tilapia menjadi komoditas ekspor kita yang zero penolakan. Kami melihat standar global sangat penting, mulai dari sertifikasi GMP-SSOP, HACCP, hingga sertifikasi berkelanjutan seperti ASC dan BRC,” ujar Erwin dalam keterangan tertulisnya.

Salah satu bukti nyata keberhasilan produk lokal adalah peran Regal Springs Indonesia. Perusahaan ini berhasil memasok jaringan pub terkemuka di Inggris, Greene King, dengan menyajikan menu fish and chip menggunakan bahan dasar nila Indonesia. 

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Diprediksi Melonjak Hingga 35% Usai Perang Iran

Keberhasilan ini tidak lepas dari pemenuhan 37 sertifikasi internasional, termasuk dari Aquaculture Stewardship Council (ASC).

Direktur Regal Springs Indonesia, Tri Dharma Saputra, menjelaskan bahwa transformasi budidaya yang terukur—mulai dari pengelolaan air hingga pakan—menjadi kunci utama agar nila Indonesia tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain kualitas, sisi harga yang kompetitif membuat nila mampu menggeser dominasi spesies whitefish lain seperti ikan kod dan trout. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bangun Rusunami 16 Lantai di Ngagel, Kapasitas 2000 Unit

Untuk mendukung tren positif ini, KKP terus memacu produktivitas melalui program prioritas seperti Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) di Karawang dan revitalisasi tambak di sepanjang jalur Pantura.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan bahwa sistem budidaya berkelanjutan adalah solusi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mandiri secara ekonomi di pasar internasional.

Baca Juga: Dipuji Arab Saudi karena Disiplin, Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Terbesar se-Indonesia

Editor : Hany Akasah
#kkp #as #ekspor #eropa #ikan nila