Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Langka! Pria di Mojokerto Sukses Ternak Unta Australia, Harganya Bikin Melongo!

Hany Akasah • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:03 WIB
Faisal Effendi, pemilik Berkah Wafa Farm di Ngoro, Mojokerto, saat berinteraksi dengan unta punuk satu hasil impor dari Australia.
Faisal Effendi, pemilik Berkah Wafa Farm di Ngoro, Mojokerto, saat berinteraksi dengan unta punuk satu hasil impor dari Australia.

RADAR SURABAYA BISNIS – Sebuah terobosan bisnis peternakan unik muncul di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. 

Faisal Effendi (45), pemilik Berkah Wafa Farm, berhasil membudidayakan unta jenis punuk satu (dromedary) yang diimpor langsung dari Australia. 

Bukan sekadar hobi, bisnis ini kini melirik pasar mini zoo dan edukasi dengan nilai investasi yang fantastis.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Diprediksi Melonjak Hingga 35% Usai Perang Iran

Faisal mengungkapkan bahwa pilihannya mendatangkan unta dari Australia didasari oleh ketersediaan stok yang melimpah, mengingat hewan ini dianggap hama di Benua Kanguru tersebut. 

Meski berasal dari Arab Saudi, unta-unta ini telah beradaptasi dengan baik di Australia sebelum akhirnya diboyong ke Tanah Air.

"Proses perizinannya memang panjang, hampir setahun untuk izin bibit khusus unta punuk satu. Beruntung, upaya ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian," ujar Faisal saat ditemui di lokasi peternakannya, Rabu (13/5).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bangun Rusunami 16 Lantai di Ngagel, Kapasitas 2000 Unit

Nilai ekonomi dari hewan gurun ini tidak main-main. Satu ekor unta di Berkah Wafa Farm dikabarkan bisa menembus harga Rp 200 juta. 

Tingginya harga ini dipicu oleh sulitnya proses impor dan tingginya permintaan dari pengusaha mini zoo atau tempat wisata edukasi di Indonesia.

Awalnya, Faisal mengimpor 7 ekor unta. Saat ini, ia fokus mengelola 4 ekor unta (2 jantan dan 2 betina) berusia 3-5 tahun untuk dikembangbiakkan. 

Baca Juga: Dipuji Arab Saudi karena Disiplin, Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Terbesar se-Indonesia

Hewan-hewan tersebut diberi nama Bela, Heri, Bimbim, dan Lala. Sementara 3 ekor lainnya telah dipinjamkan untuk kebutuhan edukasi di lokasi lain.

Dalam menjalankan bisnisnya, Faisal sangat memperhatikan kesejahteraan hewan demi menjaga nilai asetnya. Kandang unta didesain khusus dengan lantai pasir sungai untuk meniru habitat aslinya. 

Untuk mencegah stres akibat kerumunan, Faisal membatasi jam kunjung warga yakni pukul 11.00-12.00 WIB dan 15.30-17.00 WIB.

Baca Juga: RI Ekspor Pupuk Rp600 M ke Australia, Pupuk Subsidi Malah Turun 20 Persen

Menariknya, Faisal tidak memungut biaya bagi warga yang ingin melihat langsung. Strategi ini justru membantu menekan biaya operasional pakan, karena banyak pengunjung yang datang membawa sayur-sayuran secara sukarela.

"Kami ingin mencoba kembangkan unta-unta ini untuk ternak. Saat ini masih tahap belajar dan uji coba, tapi potensinya sangat besar," pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#unta #ternak #mojokerto #australia #impor