radarsurabayabisnis.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi sejumlah industri strategis di Belarus yang bergerak di sektor alat berat, kendaraan komersial, hingga mekanisasi pertanian modern.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI-Belarus bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik.
Dalam agenda itu, Airlangga mendatangi tiga perusahaan besar Belarus, yakni Minsk Tractor Works, MAZ, dan BelAZ Holding Management Company.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Hilirisasi di 13 Lokasi, Sasar Sektor Energi hingga Pertanian
“Penjajakan kerja sama ini sejalan dengan Astacita Presiden Indonesia untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat (14/5).
Bidik Modernisasi Pertanian Indonesia
Saat mengunjungi Minsk Tractor Works, Airlangga meninjau langsung pengembangan teknologi traktor dan alat mesin pertanian modern.
Teknologi tersebut dinilai berpotensi mendukung program food estate dan peningkatan produktivitas pertanian nasional.
Pihak perusahaan juga menawarkan pelatihan hingga transfer teknologi agar alat pertanian dapat disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.
Kerja Sama Dump Truck dan Kendaraan Industri
Sementara itu, kunjungan ke MAZ difokuskan pada peluang pengembangan kendaraan komersial, bus, dan kendaraan industri rendah emisi.
Baca Juga: Genjot Ketahanan Pangan, Pemprov Jatim Kejar LP2B 85 Persen Demi Lindungi Lahan Pertanian
Pembahasan juga mencakup peluang perakitan lokal atau local assembly di Indonesia.
Di BelAZ Holding Management Company, kerja sama difokuskan pada alat berat pertambangan seperti dump truck modern dan pengembangan ekosistem perawatan kendaraan tambang.
Indonesia Soroti Kebutuhan Alat Berat Tambang
Airlangga mengungkapkan Indonesia mengekspor sekitar 800 juta ton batu bara setiap tahun sehingga kebutuhan dump truck tambang yang efisien dan ramah lingkungan menjadi prioritas penting.
Selain alat berat, kedua negara juga membahas peluang pengembangan singkong menjadi etanol hingga penggunaan baterai nikel untuk kendaraan pertambangan dan modernisasi pertanian.
Belarus Siap Tingkatkan Kerja Sama dengan Indonesia
Pemerintah Belarus mengakui masih membutuhkan pemetaan kebutuhan alat berat dari Indonesia agar kerja sama industri bisa lebih tepat sasaran.
Karena itu, kedua pihak mendorong forum konsultasi rutin serta peningkatan komunikasi antara pelaku industri dan pemerintah kedua negara.
Kunjungan ini juga disebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi RI-Belarus sekaligus persiapan rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia di masa mendatang.
Editor : Hany Akasah