radarsurabayabisnis.id - Jemaah haji asal Embarkasi Surabaya kembali mendapat perhatian khusus dari otoritas Arab Saudi. Selain menjadi rombongan haji terbesar di Indonesia, jemaah asal Jawa Timur juga mendapat pujian karena dinilai disiplin, tertib, dan memiliki manajemen keberangkatan yang rapi.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan apresiasi tersebut diberikan langsung oleh pihak Arab Saudi selama proses kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Bandara Jeddah.
Menurutnya, kedisiplinan jemaah asal Jawa Timur membuat proses pelayanan berjalan lebih lancar meski kondisi bandara sangat padat oleh kedatangan jemaah dari berbagai negara.
Baca Juga: Alasan Utama Mengapa Jemaah Haji Bali dan NTT Pilih Embarkasi Surabaya
“Jawa Timur mendapat apresiasi dari otoritas Arab Saudi karena dinilai tertib dan disiplin. Bahkan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Anam, Kamis (14/5).
Embarkasi Surabaya Jadi yang Terbesar di Indonesia
Embarkasi Surabaya diketahui menjadi rombongan haji terbesar di Indonesia pada musim haji 2026. Banyaknya jumlah jemaah membuat koordinasi keberangkatan dan kedatangan dilakukan secara ketat agar tidak menimbulkan kendala di lapangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan di Bandara King Abdulaziz Jeddah, pihak Saudi Arabian Airlines bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menyiapkan jalur khusus bagi jemaah asal Surabaya.
Baca Juga: Rahasia Penjual Kerupuk dari Lamongan Naik Haji, Sempat Diamputasi Kini Dikaruniai Anak Lagi
Setibanya di Jeddah, jemaah langsung diarahkan menuju bus untuk diberangkatkan ke Makkah menjalani umrah wajib.
Kain Ihram Wajib Dibawa di Tas Kabin
Anam juga mengingatkan seluruh jemaah gelombang kedua agar kain ihram disimpan di tas kecil atau tas kabin, bukan di koper bagasi.
Hal itu penting karena jemaah harus segera mengenakan ihram setibanya di Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
“Begitu sampai di Jeddah, jemaah langsung bersiap menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib,” jelasnya.
Penerbangan Haji Dipastikan Tepat Waktu
Sementara itu, Manajer Operasional Saudi Arabian Airlines, Yusuf Rahmani, memastikan ketepatan waktu penerbangan haji dari Surabaya ke Jeddah masih sangat baik.
Menurutnya, sistem koordinasi penerbangan kini sudah terintegrasi langsung dengan otoritas bandara di Arab Saudi sehingga setiap pergerakan pesawat dapat dipantau secara real time.
Baca Juga: Perjuangan Panjang Guru Honorer Bergaji 25 Ribu, Kini Bisa Berangkat Haji Bersama Istri
Hingga kloter ke-86, keterlambatan penerbangan disebut nyaris tidak ada. Jika pun terjadi, keterlambatan hanya sekitar tiga menit akibat kepadatan lalu lintas udara di Jeddah dan Madinah.
“Rata-rata penerbangan tetap tepat waktu meski kondisi bandara sangat padat,” ujar Yusuf.
Editor : Hany Akasah