RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam program swasembada pangan nasional bukan sekadar bantuan teknis, melainkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari hulu.
Dalam acara Panen Raya Kedelai di Desa Ngudikan, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026), Amran mengungkapkan bahwa gangguan di sektor pangan sering kali berakar dari tindak kejahatan yang merugikan petani dan mendistorsi harga pasar.
"Keterlibatan aparat diperlukan untuk mencegah munculnya persoalan hingga tindak kejahatan di sektor pertanian dan peternakan. Kita ingin mencegah kejahatan dari hulu," ujar Amran.
Baca Juga: Terungkap Hantavirus Ada di Jatim, Satu Pasien Pernah Dirawat di RSUD dr Soetomo
Perlindungan Produk Lokal dari Gempuran Impor
Dari sisi bisnis, Mentan menyoroti ketimpangan daya saing antara produk lokal dengan komoditas impor yang didukung teknologi tinggi dan subsidi besar dari negara asal.
Ia mencontohkan kasus peternak susu lokal yang terpaksa membuang hasil produksi karena harga susu impor dari Selandia Baru dan Amerika Serikat jauh lebih murah di pasar domestik.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu keresahan sosial dan mengancam keberlangsungan industri pangan dalam negeri. Sebagai solusi, pemerintah mengambil kebijakan tegas: menghentikan rekomendasi impor sebelum seluruh hasil produksi peternak dan petani lokal terserap sepenuhnya oleh industri.
"Kami tidak akan keluarkan rekomendasi sebelum susu sapi peternak diserap," tegasnya.
Baca Juga: SPMB Surabaya 2026 Berubah, Jalur Prestasi Kini Pakai Nilai Rapor dan TKA
Peran Strategis Bulog dan Koperasi
Selain pengawasan aparat, Amran menekankan pentingnya peran Bulog dan koperasi sebagai penyerap hasil panen (off-taker). Tanpa sinergi antara lembaga tersebut, target swasembada komoditas seperti kedelai akan sulit tercapai.
Keterlibatan TNI-Polri diharapkan mampu memastikan distribusi sarana produksi tepat sasaran dan mencegah praktik mafia pangan yang selama ini menghambat kesejahteraan petani serta stabilitas harga di tingkat konsumen.
Baca Juga: Pekerjakan Tetangga kena PHK, Kebab Jumbo Surabaya Kini Diantre Pembeli
Editor : Hany Akasah