Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pekerjakan Tetangga kena PHK, Kebab Jumbo Surabaya Kini Diantre Pembeli

Andy Satria • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:25 WIB
Berkat konten FYP TikTok dan Instagram, pembeli yang datang kini tidak hanya warga sekitar Surabaya, tetapi juga dari luar kota seperti Sidoarjo.
Berkat konten FYP TikTok dan Instagram, pembeli yang datang kini tidak hanya warga sekitar Surabaya, tetapi juga dari luar kota seperti Sidoarjo.

radarsurabayabisnis.id - Kuliner khas Timur Tengah kembali mencuri perhatian warga Surabaya. Kali ini datang dari Kebab On Top, warung kebab jumbo di kawasan Jalan Tempel Sukorejo yang viral di media sosial karena ukuran porsinya yang besar dan harga yang ramah di kantong.

Berkat konten yang ramai masuk FYP TikTok dan Instagram, pembeli yang datang kini tidak hanya warga sekitar Surabaya, tetapi juga dari luar kota seperti Sidoarjo.

Owner Kebab On Top, Wahyu Setiaji, mengatakan usaha tersebut sebenarnya sudah dirintis sejak 2023. Namun pada awalnya, penjualan hanya dilakukan secara online melalui marketplace dan WhatsApp.

Baca Juga: Tumpeng Kebuli di Surabaya, Rahasia Daging Kambingnya Bisa Lumer di Mulut

“Awalnya cuma iseng bikin usaha kebab karena bahan bakunya gampang dan bisa disimpan lama. Dulu jualannya online saja,” ujarnya, Kamis (14/5).

Viral Berkat Kebab Long 35 Sentimeter

Wahyu mengaku baru membuka penjualan offline pada 2026. Tidak disangka, promosi lewat media sosial justru membuat usaha kecilnya viral.

Salah satu menu yang paling menarik perhatian warganet adalah kebab long dengan panjang sekitar 35 sentimeter. Bentuknya yang jumbo membuat banyak orang penasaran dan rela antre sebelum warung buka.

Baca Juga: Tumpukan Kaleng Kue di Rumah Bisa Jadi Duit? Simak 10 Ide Kreasi Unik Berikut

“Kadang sebelum buka sudah ada yang antre dan tulis nama dulu di buku antrean,” katanya.

Kebab Jumbo Isi Daging Tebal Jadi Best Seller

Meski menu long viral di media sosial, Wahyu menyebut produk paling laris justru kebab jumbo daging seharga Rp17 ribu.

Menurutnya, kebab tersebut berisi sekitar satu ons daging dengan porsi lebih tebal dibanding kebab pada umumnya.

“Kalau di tempat lain dagingnya tipis-tipis, di sini lebih tebal tapi tetap terjangkau. Kita tidak ambil untung terlalu banyak,” jelasnya.

Harga menu di Kebab On Top sendiri cukup bervariasi, mulai Rp6 ribu untuk ukuran mini hingga Rp35 ribu untuk varian wagyu meltic.

Pilihan menunya juga beragam, mulai kebab ayam, shawarma, chicken katsu, kebab daging, hingga wagyu.

Libatkan Tetangga yang Kena PHK

Tak hanya fokus berjualan, Wahyu juga memberdayakan warga sekitar yang sempat terkena PHK. Saat ini, ada lima tetangga satu RT yang ikut membantu proses penjualan.

“Yang bantu jualan sampai sekarang ya tetangga kanan kiri rumah,” ujarnya.

Rasa Timur Tengah yang Disesuaikan Lidah Indonesia

Dari sisi rasa, konsep kebab yang dijual mengadaptasi cita rasa Turki namun sudah disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.

Salah satu ciri khasnya adalah saus mayo racikan sendiri hasil eksperimen sang istri yang membuat rasa kebab lebih creamy dan cocok untuk pasar lokal.

“Kalau pure Timur Tengah rempahnya kuat dan tidak manis. Jadi kita sesuaikan supaya lebih cocok di lidah Indonesia,” katanya.

Untuk layanan online, Kebab On Top buka pukul 09.00 hingga 16.00. Sedangkan layanan offline dimulai pukul 18.00 sampai 22.00 WIB.

Editor : Hany Akasah
#kebab on top #kebab jumbo #kebab surabaya #kuliner surabaya