Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Mentan Amran Murka Indonesia Produsen Sawit Terbesar, Tapi Harga Minyak Goreng Mahal

Hany Akasah • Kamis, 14 Mei 2026 | 14:43 WIB
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman meminta aparat penegak hukum segera menangkap mafia distribusi yang dinilai merugikan masyarakat.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman meminta aparat penegak hukum segera menangkap mafia distribusi yang dinilai merugikan masyarakat.

radarsurabayabisnis.id - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melontarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang diduga bermain di balik kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di Indonesia. Ia meminta aparat penegak hukum segera menangkap mafia distribusi yang dinilai merugikan masyarakat.

Pernyataan tegas itu disampaikan Amran saat meninjau stok pangan di Perum Bulog Kanwil Jawa Timur di Surabaya, Rabu (13/5).

“Yang bermain-main tangkap. Kita tangkap, proses hukum, tersangka. Bahkan ada yang didenda sampai Rp11 triliun,” tegas Amran.

Indonesia Produsen Sawit Terbesar, Tapi Harga Minyak Goreng Mahal

Amran menilai kondisi harga minyak goreng yang tinggi saat ini sebagai sebuah anomali. Pasalnya, Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan volume ekspor mencapai 32 juta ton per tahun.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Ada Daerah yang Tembus Rp60 Ribu per Liter

Namun ironisnya, harga minyak goreng di dalam negeri justru terus naik dan sulit dikendalikan.

“Indonesia ini anomali. Kita produsen terbesar dunia, ekspor 32 juta ton. Kok di negeri sendiri harganya naik? Enggak masuk akal,” ujarnya.

Menurut Amran, lonjakan harga di tengah pasokan melimpah menjadi indikasi adanya permainan dalam rantai distribusi. Ia menduga ada mafia distribusi yang mengambil keuntungan besar di tengah kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: MinyaKita Langka di Jatim, Ombudsman Temukan Harga Tembus Rp18 Ribu

“Kalau harga naik sementara barang banyak, berarti ada apa di tengahnya? Nah, itu ada mafia. Kita harus berantas bersama,” katanya.

Bulog Tambah Stok Minyak Goreng

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, memastikan stok minyak goreng yang dikuasai Bulog saat ini mencapai 457 ribu liter.

Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah karena Bulog telah mendapatkan tambahan pasokan sekitar 900 ribu liter selama Mei 2026.

“Di Mei ini kami sudah mendapat rencana tambahan sekitar 900 ribu liter,” ujarnya.

Menurut Langgeng, tingginya harga minyak goreng di pasaran membuat permintaan masyarakat terhadap minyak goreng Bulog meningkat drastis. Akibatnya, stok sempat menurun hingga sekitar 300 ribu liter sebelum kembali naik.

mBaca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Sabtu 9 Mei 2026, Minyak Goreng Naik

“Karena harga minyak tinggi, masyarakat banyak mencari minyak dari Bulog,” katanya.

Satgas Pangan Turun Tangan

Untuk mencegah penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET), Bulog kini menggandeng Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan di berbagai daerah guna memperketat pengawasan distribusi hingga tingkat pengecer.

Meski demikian, Langgeng menegaskan bahwa Bulog bukan satu-satunya pihak yang menguasai distribusi minyak goreng nasional.

Saat ini, distribusi minyak goreng nasional masih didominasi pihak swasta dengan porsi sekitar 65 persen, sementara BUMN pangan termasuk Bulog hanya menguasai sekitar 35 persen distribusi nasional.

Kondisi tersebut membuat pengawasan distribusi menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran.

Editor : Hany Akasah
#amran sulaiman #sawit #cpo #minyak goreng #mentan