RADAR SURABAYA BISNIS – Industri peternakan di Kabupaten Lamongan kian mengukuhkan posisinya sebagai lumbung ternak nasional.
Hal ini dibuktikan dengan dipilihnya dua ekor sapi jumbo milik peternak lokal oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai hewan kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan, Sofiah Nur Hayati, mengonfirmasi bahwa kedua sapi tersebut berasal dari dua kecamatan berbeda, yakni Kembangbahu dan Solokuro.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Kamis 14 Mei 2026, Cabai Kompak Turun
Sapi pertama merupakan jenis Simental seberat 1,2 ton milik H. Suwigyo asal Desa Puter, sementara sapi kedua adalah jenis Peranakan Ongole (PO) seberat 1,05 ton milik Udin asal Desa Bluri.
"Satu sapi akan digunakan untuk kurban di tingkat Kabupaten Lamongan dan satu lagi untuk tingkat provinsi," ujar Sofiah saat meninjau kondisi ternak tersebut, Rabu (13/5/2026).
Pencapaian ini menjadi angin segar bagi sektor ekonomi peternakan di Lamongan. Terpilihnya sapi lokal oleh RI 1 bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan bentuk apresiasi terhadap standar perawatan dan pembibitan yang dilakukan peternak daerah.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan Setelah Koreksi di Perdagangan Sebelumnya
Berdasarkan data Disnakeswan tahun 2026, populasi sapi di Lamongan mencapai 107.470 ekor, angka yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar baik lokal maupun regional.
Keberhasilan ini juga didorong oleh langkah preventif pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan. Sepanjang awal 2026, Pemkab Lamongan telah menyalurkan 14.000 dosis vaksin untuk pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta memperketat pengawasan lalu lintas ternak di pasar-pasar hewan untuk menjamin kualitas fisik dan kesehatan ternak sebelum sampai ke tangan konsumen.
Editor : Hany Akasah