radarsurabayabisnis.id - Lonjakan produksi padi selama musim panen raya 2026 membuat stok beras di Perum Bulog Divre Jawa Timur melonjak drastis. Hingga pertengahan Mei 2026, cadangan beras yang dikuasai Bulog Jatim tercatat mencapai sekitar 1,3 juta ton. Kondisi tersebut membuat kapasitas pergudangan hampir penuh.
Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan, pihaknya telah menyewa ratusan gudang tambahan untuk menampung hasil serapan gabah dan beras petani yang terus meningkat selama panen raya.
“Total kapasitas gudang sewa sekitar 650 ribu ton, dan saat ini sudah terisi hampir 80 persen,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia di Gudang Sewa Bulog Romokalisari, Rabu (13/5).
Secara keseluruhan, Bulog Jatim kini menyewa 190 kompleks pergudangan dengan total 223 unit gudang yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi membludaknya hasil panen petani.
bBaca Juga: Panen Raya di Madiun, Khofifah Ungkap Stok Beras Jatim Aman hingga 2027, Produksi Capai 10,44 Juta Ton
Tak hanya itu, Bulog Jatim juga membuka peluang untuk kembali menambah kapasitas gudang apabila produksi beras nasional terus mengalami peningkatan.
“Kalau panen masih melimpah, kami akan menambah kapasitas lagi. Karena stok yang kami kelola cukup besar,” katanya.
Selain menyimpan stok beras dalam jumlah besar, Bulog Jatim juga mengelola stok jagung sekitar 58 ribu ton. Jagung tersebut mulai disalurkan melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna membantu peternak ayam menjaga stabilitas harga pakan.
Baca Juga: Indonesia Jajaki Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Senilai Rp2 Triliun
Di tengah tingginya kebutuhan pangan masyarakat, Bulog Jatim juga memperkuat stok minyak goreng. Saat ini, persediaan minyak goreng tercatat mencapai sekitar 457 ribu liter dan diproyeksikan meningkat hingga 900 ribu liter sepanjang Mei 2026.
Sebelumnya, stok minyak goreng sempat turun hingga kisaran 300 ribu liter. Namun kondisi kini mulai membaik setelah tambahan pasokan dari produsen kembali masuk ke gudang Bulog.
Distribusi minyak goreng sementara masih difokuskan untuk pasar-pasar program SPHP. Penyaluran nantinya akan diperluas setelah tambahan kuota tersedia.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasaran, Bulog Jatim menggandeng Satgas Pangan serta dinas perdagangan daerah dalam mengawasi distribusi barang di lapangan. Pengawasan dilakukan agar harga di tingkat pengecer tetap sesuai ketentuan pemerintah.
Langgeng menambahkan, distribusi minyak goreng nasional saat ini masih didominasi pihak swasta. Bulog hanya mengelola sekitar 17 hingga 20 persen distribusi, sementara sisanya dikuasai sektor swasta.
Meski demikian, Bulog Jatim memastikan komitmennya dalam menjaga stok pangan tetap aman dan distribusi berjalan lancar di tengah tingginya produksi hasil panen.
“Yang penting stok aman dan distribusi berjalan lancar. Kami upayakan tidak terjadi kelangkaan di masyarakat,” tegasnya.
Editor : Hany Akasah