radarsurabayabisnis.id- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap rencana besar pemerintah untuk membangun hub penyimpanan cadangan minyak bersama negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN. Gagasan strategis tersebut menjadi salah satu topik penting menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026 yang akan digelar di Filipina.
Menurut Bahlil, pembentukan storage hub minyak regional itu dibahas bersama sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi kawasan di tengah ketidakpastian global dan gejolak pasokan energi dunia.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Tolak Proposal Iran
“Nah, di Asia Tenggara, kita kemarin merumuskan dua hal. Kita bikin ada hub untuk storage cadangan minyak untuk ASEAN,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (12/5).
Tak hanya sebatas wacana kerja sama regional, Indonesia juga secara terbuka menawarkan diri menjadi lokasi utama pembangunan pusat penyimpanan cadangan minyak ASEAN tersebut. Pemerintah menilai posisi geografis Indonesia sangat strategis untuk menopang distribusi energi di kawasan Asia Tenggara.
Bahlil menjelaskan, nantinya storage hub tersebut akan memiliki kapasitas besar dan berfungsi sebagai penyangga pasokan energi negara-negara ASEAN saat terjadi krisis ataupun gangguan distribusi global.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Selasa 12 Mei 2026, Cabai Masih Naik
“Kita membangun cadangan yang cukup besar yang pada akhirnya kemudian ini menyuplai ke negara-negara di Asia Tenggara,” katanya.
Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa pembahasan mengenai hub penyimpanan minyak ASEAN itu masih berada pada tahap ide awal dan belum masuk dalam pembicaraan resmi antarnegara.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia ternyata telah menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat cadangan energi nasional. Salah satunya dengan pembangunan fasilitas penyimpanan energi berskala besar di Pulau Sumatra.
Kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) energi yang berfungsi sebagai pusat cadangan penyangga nasional sekaligus mendukung rantai pasok energi regional.
“Dan kita rencana akan bangun kawasan itu di Sumatra. Kita akan bikin kawasan ekonomi khusus yang pada akhirnya kemudian itu menjadi cadangan penyangga nasional kita,” ungkap Bahlil.
Jika terealisasi, proyek ini diproyeksikan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat energi baru di Asia Tenggara. Selain meningkatkan ketahanan energi nasional, keberadaan hub cadangan minyak ASEAN juga berpotensi membuka peluang investasi besar di sektor energi dan infrastruktur strategis Indonesia.
Editor : Hany Akasah