radarsurabayabisnis.id - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memastikan pembayaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya mengalami keterlambatan kini mulai dicairkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional untuk menyelesaikan berbagai kendala administratif yang sempat menghambat pencairan dana operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sudah mulai dibayarkan sejak hari itu. Memang ada beberapa kendala administratif yang menyebabkan pencairan belum bisa dilakukan sebelumnya,” ujar Emil, Senin (11/5).
Baca Juga: Kronologi Ratusan Siswa di 12 Sekolah Surabaya Keracunan MBG
Menurut Emil, proses pembayaran kini dilakukan melalui mekanisme virtual account masing-masing SPPG sehingga pencairan dana bisa berjalan lebih cepat, tertata, dan transparan.
Ia menegaskan persoalan administratif tersebut tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga dialami sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Pemerintah, kata Emil, terus melakukan evaluasi agar proses pencairan berikutnya tidak lagi mengalami hambatan teknis yang berulang.
Langkah percepatan pembayaran itu diharapkan mampu menjaga operasional dapur MBG tetap berjalan normal dalam melayani kebutuhan gizi masyarakat.
Sebelumnya, pesan berantai mengenai ancaman penghentian operasional dapur MBG di Surabaya sempat ramai beredar di berbagai grup WhatsApp pada Kamis (8/5).
Baca Juga: Dadan Minta Perguruan Tinggi Dirikan SPPG untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Dalam pesan tersebut disebutkan sejumlah dapur mengalami kesulitan operasional karena dana dari pemerintah pusat belum cair. Bahkan disebut seluruh dapur MBG di Surabaya terancam berhenti sementara apabila anggaran belum segera dicairkan.
Menanggapi kabar tersebut, Emil langsung melakukan koordinasi dan pengecekan kepada Badan Gizi Nasional.
Hasilnya, ia memastikan memang ada sejumlah dapur yang mengalami kendala pencairan dana, namun tidak seluruh dapur di Surabaya mengalami kondisi seperti yang disebut dalam pesan berantai.
Mantan Bupati Trenggalek itu juga menjelaskan persoalan administratif serupa terjadi di beberapa daerah lain dalam proses pencairan anggaran operasional MBG.
Selain membahas pencairan dana, Emil juga membenarkan adanya arahan dari BGN agar seluruh SPPG meningkatkan penggunaan telur dalam menu Program Makan Bergizi Gratis.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk membantu menyerap produksi peternak ayam petelur yang belakangan mengeluhkan harga telur anjlok sementara biaya pakan terus meningkat.
“Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi peternak ayam petelur di Magetan yang mengeluhkan harga telur yang dinilai belum memberikan keuntungan optimal, sementara biaya pakan ternak terus mengalami kenaikan,” katanya.
Menurut Emil, pemerintah telah menyiapkan dua langkah strategis untuk membantu para peternak ayam petelur.
Dari sisi permintaan, program MBG akan meningkatkan penggunaan telur agar mampu menopang stabilitas harga telur nasional. Sedangkan dari sisi pasokan, pemerintah berupaya menjaga kestabilan harga jagung sebagai bahan utama pakan ternak.
“Bulog dan Dinas Peternakan sudah berkoordinasi untuk kuota sekitar 52 ribu ton. Harapannya harga pakan tetap terkendali sehingga margin peternak ayam petelur bisa terjaga,” pungkasnya.
Editor : Hany Akasah