Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kronologi Ratusan Siswa di 12 Sekolah Surabaya Keracunan MBG

Dimas Mahendra • Senin, 11 Mei 2026 | 16:47 WIB
Pantauan di RS IBI Surabaya menunjukkan antrean siswa dan wali murid memenuhi area pelayanan rumah sakit.
Pantauan di RS IBI Surabaya menunjukkan antrean siswa dan wali murid memenuhi area pelayanan rumah sakit.

radarsurabayabisnis.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mendadak menjadi perhatian publik setelah ratusan siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, mengalami gejala diduga keracunan makanan pada Senin (11/5).

Sedikitnya 200 siswa mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, hingga pusing usai menyantap makanan dari program MBG yang didistribusikan oleh satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Insiden ini langsung memicu kepanikan di sejumlah sekolah. Puluhan wali murid berbondong-bondong mendatangi fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi anak mereka.

Baca Juga: Efek MBG Mulai Terasa, Ekonomi Jawa Timur Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa

Sebagian siswa sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya. Sementara siswa lain ditangani langsung oleh petugas medis di sekolah masing-masing karena gejala yang dialami tergolong ringan.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tiyas Pranadani, mengungkapkan seluruh siswa terdampak diketahui menerima distribusi makanan dari dapur SPPG yang sama. Dugaan sementara pun mengarah pada makanan dalam program MBG tersebut.

“Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh. Banyak yang mengeluh. Hampir semuanya mengeluh,” ujar Tiyas saat ditemui di RS IBI Surabaya.

Baca Juga: Dapur MBG Kena Suspend Tetap Bisa Dapat Insentif, Bos BGN Beberkan Syaratnya

Menurutnya, laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB setelah sejumlah siswa mulai mengalami gejala tidak lama setelah menyantap makanan.

“Sekitar jam 9-an saya dapat laporan dari sekolah kalau ada siswa yang dibawa ke puskesmas, yang klaim kalau keracunan MBG,” katanya.

Mendapat laporan tersebut, pihak Puskesmas Tembok Dukuh langsung bergerak cepat mendatangi sekolah-sekolah terdampak untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan awal.

Langkah tersebut dilakukan agar siswa dengan gejala ringan tidak seluruhnya dirujuk ke rumah sakit.

“Gejalanya masih ringan dan masih memungkinkan kita tangani dan obati di tempat,” jelasnya.

Pantauan di RS IBI Surabaya menunjukkan antrean siswa dan wali murid memenuhi area pelayanan rumah sakit. Mereka terlihat bergantian melakukan pendataan sebelum menjalani pemeriksaan medis.

Baca Juga: Bukan 70 Ribu Unit, Ini Fakta Pengadaan Motor Listrik yang Digunakan untuk Operasional MBG

Meski jumlah siswa terdampak cukup besar, pihak puskesmas memastikan mayoritas siswa hanya mengalami gejala ringan dan belum ada laporan pasien yang harus menjalani rawat inap intensif.

“Yang dibawa ke RS IBI kurang lebih 100-an. Datanya masih terus kami update,” imbuh Tiyas.

Hingga kini, petugas kesehatan masih melakukan pendataan lanjutan sekaligus menelusuri penyebab pasti insiden tersebut. Pemeriksaan sampel makanan dari dapur SPPG yang mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah terdampak juga tengah dipersiapkan untuk memastikan sumber masalah.

Editor : Hany Akasah
#keracunan mbg #Mbg #Makan Bergizi Gratis #SPPG