Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Panen Raya di Madiun, Khofifah Ungkap Stok Beras Jatim Aman hingga 2027, Produksi Capai 10,44 Juta Ton

Mus Purmadani • Jumat, 8 Mei 2026 | 16:52 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5).

radarsurabayabisnis.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga surplus beras di tengah ancaman perubahan iklim dan dinamika global.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur tidak hanya fokus meningkatkan produksi padi dan beras, tetapi juga ingin menjadi motor penggerak kedaulatan pangan berkelanjutan Indonesia.

Baca Juga: Produksi Beras Indonesia Semester I 2026 Mencapai 19,31 Juta Ton di Tengah Ancaman El Nino

“Tidak sekadar bagaimana kita memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tetapi juga kita ingin menjadi bagian yang bisa membawa Indonesia bukan hanya berketahanan pangan, tetapi berdaulat pangan berkelanjutan,” ujar Khofifah.

Produksi Padi Jatim Naik 12,6 Persen

Berdasarkan data Angka Tetap Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Jawa Timur mencatat luas panen mencapai 1,84 juta hektare dengan produksi padi sebesar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka tersebut meningkat 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 9,77 juta ton GKG.

Sementara itu, rilis BPS per 4 Mei 2026 memperkirakan potensi produksi padi Jawa Timur periode Januari–Juni 2026 mencapai 6,62 juta ton GKG atau naik sekitar 5,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Indonesia Jajaki Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Senilai Rp2 Triliun

Khofifah optimistis tren positif ini menunjukkan sektor pertanian Jawa Timur tetap tangguh di tengah tantangan global dan perubahan iklim.

“Insyaallah Jatim tetap menjadi tumpuan bagaimana ketahanan pangan program Pak Presiden Prabowo bisa diwujudkan secara berkelanjutan,” katanya.

Jatim Bidik Kedaulatan Pangan dan Peluang Ekspor Beras

Khofifah menilai keberhasilan menjaga surplus beras tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menyangkut pertahanan dan keamanan negara.

Menurutnya, stok beras Jawa Timur saat ini diperkirakan mampu bertahan hingga tahun depan. Kondisi surplus tersebut sekaligus membuka peluang ekspor beras ke pasar internasional.

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jatim terus mendorong modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari transplanter, rotavator, drone sprayer hingga combine harvester.

Langkah ini dinilai cocok untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian, terlebih Jawa Timur disebut sebagai provinsi dengan jumlah petani muda terbanyak di Indonesia.

“Saya rasa ini sangat friendly dengan anak-anak muda sehingga mereka tidak semuanya ke kota, tetapi mereka juga menjadi bagian dari penguat sektor pertanian,” ungkap Khofifah.

Lima Strategi Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan lima strategi utama guna memperkuat kedaulatan pangan berkelanjutan. Strategi tersebut meliputi percepatan tanam menggunakan benih unggul tahan kekeringan, optimalisasi penggunaan alsintan untuk mempercepat proses produksi, penyusunan pola tanam adaptif berbasis teknologi dan mitigasi iklim, penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi jaringan air, serta penguatan sistem pelaporan cepat terhadap bencana dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Khofifah juga memberikan apresiasi kepada para petani dan kelompok tani yang dinilai menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

“Panjenengan semua ini para pahlawan-pahlawan pangan yang luar biasa,” tuturnya.

Kementan: Produksi Padi Jatim Diprediksi Naik 5 Persen

Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, mengatakan pemerintah menargetkan luas tanam nasional mencapai 16 juta hektare per tahun.

Hingga Mei 2026, Jawa Timur telah berkontribusi sekitar 238 ribu hektare dari target nasional 1,7 juta hektare.

Tin optimistis produksi padi Jawa Timur pada semester I 2026 akan meningkat sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, ia mengingatkan pentingnya mitigasi terhadap kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman.

Kabupaten Madiun Siap Jadi Garda Terdepan Surplus Beras

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyatakan kesiapan daerahnya mendukung program ketahanan pangan nasional dan menjaga surplus beras Jawa Timur.

Kabupaten Madiun sendiri menjadi salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Timur. Pada 2025, luas panen mencapai 82.826 hektare dengan produksi sekitar 480 ribu ton GKG dan produktivitas rata-rata 5,80 ton per hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan alsintan kepada Kelompok Tani Sumber Rukun berupa tiga unit hand traktor singkal, empat unit cultivator, enam unit combine harvester besar, dan satu unit rotavator.

Editor : Hany Akasah
#beras jatim #beras madiun #beras #Khofifah Indah Parawansa