radarsurabayabisnis.id - Di balik wajah renta dan tangan yang terbiasa mengolah sawah, tersimpan perjuangan panjang seorang petani asal Sidoarjo yang akhirnya berhasil mewujudkan impian berhaji setelah menabung selama 17 tahun.
Adalah Juwariyah Padi, perempuan 73 tahun asal Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, yang tahun ini resmi berangkat ke Tanah Suci sebagai bagian dari Kloter 59 calon jemaah haji Kabupaten Sidoarjo.
Kepastian keberangkatannya diumumkan di Pendapa Delta Wibawa, Rabu (6/5).
Menabung dari Hasil Bertani Selama 17 Tahun
Perjalanan Juwariyah menuju ibadah haji penuh perjuangan. Sebagai petani, penghasilannya tidak menentu dan bergantung pada hasil panen sawah.
Namun dari uang hasil bertani yang disisihkan sedikit demi sedikit, ia terus menjaga harapan untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima.
Baca Juga: Rahasia Penjual Kerupuk dari Lamongan Naik Haji, Sempat Diamputasi Kini Dikaruniai Anak Lagi
“Kerja di sawah hasilnya tidak pasti, kadang ada hasil, kadang tidak. Kalau ada lebihan uang saya tabung, saya titipkan ke anak saya. Mulai Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta,” ungkapnya.
Juwariyah diketahui mendaftar haji sejak 2012. Setelah menunggu selama 14 tahun, impian tersebut akhirnya terwujud pada 2026.
Baca Juga: Perjuangan Panjang Guru Honorer Bergaji 25 Ribu, Kini Bisa Berangkat Haji Bersama Istri
“Saya kepingin naik haji, biar Islamnya sempurna,” tuturnya haru.
Suami Meninggal Sebelum Berangkat Haji
Di balik kebahagiaan itu, tersimpan duka mendalam. Suami Juwariyah yang sebelumnya diharapkan bisa mendampingi ke Tanah Suci telah meninggal dunia dua tahun lalu.
Keinginan berangkat haji bersama pasangan hidup pun harus pupus.
Tidak hanya itu, dua dari enam anaknya juga telah meninggal dunia. Meski menghadapi banyak cobaan hidup, Juwariyah tetap tegar dan terus bersyukur.
Kini keberangkatannya akan didampingi sang keponakan, sementara anak-anaknya memberikan dukungan penuh.
“Senang, Alhamdulillah. Perjuangan saya menyekolahkan anak dari kecil, sekarang anak saya berhasil. Setiap keluhan saya selalu direspons dengan baik,” ucap nenek dengan 10 cucu tersebut.
Jadi Inspirasi karena Tak Menyerah Wujudkan Impian Haji
Kisah Juwariyah menjadi inspirasi banyak orang bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menunaikan ibadah haji.
Dengan kesabaran, ketekunan, dan doa yang terus dipanjatkan selama bertahun-tahun, impian yang tampak jauh akhirnya bisa menjadi kenyataan.
Menjelang keberangkatan ke asrama haji, Juwariyah mengaku terus memanjatkan doa untuk keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
“Semoga selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan sukses selalu,” pungkasnya.
Editor : Hany Akasah