Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kemenhaj Wajibkan Pembayaran Dam Lewat Jalur Resmi, Upaya Perkuat Transparansi Ekonomi Haji

Hany Akasah • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:56 WIB
Aktivitas pedagang hewan ternak kambing di pasar tradisional Arab Saudi.
Aktivitas pedagang hewan ternak kambing di pasar tradisional Arab Saudi.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi secara resmi mewajibkan seluruh jamaah haji untuk melakukan pembayaran Dam (denda) melalui platform resmi yang telah ditetapkan, yakni Adhahi. 

Seiring dengan aturan tersebut, para jamaah kini dilarang keras membeli hewan kurban atau Dam secara mandiri di pasar-pasar lokal.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan seluruh proses pemotongan hewan denda berjalan sesuai dengan ketentuan syariat Islam sekaligus memberikan ketertiban secara administratif. 

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Sumber Gaji 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menekankan pentingnya bagi jamaah untuk mematuhi ekosistem pembayaran resmi ini.

"Jamaah yang akan melakukan pembayaran Dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar," ujar Hasan Afandi dalam keterangannya di Jakarta.

Penggunaan platform resmi seperti Adhahi tidak hanya soal kemudahan transaksi digital, tetapi juga menjamin bahwa dana yang dikeluarkan jamaah dikelola secara transparan. 

Baca Juga: Jejak Jalan Jagalan Surabaya Era 90-an, Ajang Berburu Hoki Lewat Judi SDSB

Lewat jalur resmi, kualitas hewan, proses penyembelihan, hingga distribusi daging kurban kepada pihak yang berhak dapat lebih terjamin dan terpantau oleh otoritas terkait.

Langkah ini juga meminimalisir risiko penipuan atau praktik percaloan yang kerap menyasar jamaah di pasar-pasar hewan konvensional.

Hingga hari ke-12 operasional haji, tercatat sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) atau sekitar 68.082 jamaah beserta petugas telah mendarat di Tanah Suci. 

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Selasa 5 Mei 2026, Cabai Rawit Kembali Naik

Dari total tersebut, sebagian besar atau sebanyak 64.129 jamaah sudah berada di Madinah, sementara 7.387 jamaah lainnya telah tiba di Makkah.

Meskipun mobilisasi berjalan lancar, pemerintah tetap mengimbau jamaah untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca ekstrem. 

Data terbaru mencatat 5.576 jamaah menjalani rawat jalan, dan 125 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) serta Rumah Sakit Arab Saudi.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Kian Tergerus, Kembali Sentuh Level Terlemah

Pihak Kemenhaj terus memantau layanan kesehatan dan pergerakan antar-kota untuk memastikan kenyamanan jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Editor : Hany Akasah
#dam #Kemenhaj #hewan kurban #kambing #haji