radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan (Dindik) memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menekankan penguatan kualitas pendidikan yang berdampak nyata bagi peserta didik.
Peringatan Hardiknas yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5), tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan peringatan Hardiknas tahun ini menjadi refleksi atas capaian pendidikan sekaligus penyemangat bagi siswa untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim Terbesar Nasional, Begini Progresnya
“Peringatan ini merupakan arahan pemerintah pusat. Kita ingin menjadikannya sebagai refleksi atas capaian pendidikan sekaligus mendorong semangat anak-anak untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi,” ujarnya.
Aries menjelaskan pelaksanaan Hardiknas dilakukan pada Senin (4/5) karena peringatan 2 Mei tahun ini jatuh pada hari Sabtu.
“Kenapa kami menyelenggarakan tanggal 4? Karena tanggal 2 pas hari Sabtu, kita atas saran Ibu Gubernur supaya lebih efisien anak-anak tidak perlu ke sekolah di hari Sabtu, maka kita sepakat dilaksanakan di hari Senin ini tanggal 4,” katanya.
Pada Hardiknas 2026, tema yang diangkat adalah “Pendidikan Semesta” yang menitikberatkan pada pemerataan akses pendidikan. Tema tersebut sejalan dengan visi Pemprov Jatim tentang pendidikan berdampak.
sBaca Juga: Waskita Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur, Progres Capai 45,5 Persen
Menurut Aries, pendidikan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus memberi dampak konkret terhadap kemampuan literasi, karakter, hingga kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.
“Sekolah harus memberi dampak, baik dari sisi literasi, penggunaan teknologi yang tepat, hingga pembentukan karakter. Misalnya, penggunaan gadget yang bijak, bahkan tidak digunakan di dalam kelas,” jelasnya.
Pemprov Jatim juga terus memperkuat program link and match antara sekolah vokasi dan dunia industri. Berbagai perusahaan swasta, termasuk sektor otomotif, dilibatkan untuk meningkatkan kesiapan lulusan SMK sesuai kebutuhan pasar kerja.
Dalam kesempatan itu, Aries mengungkapkan sejumlah capaian positif pendidikan di Jawa Timur. Salah satunya meningkatnya jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan juga mengalami kenaikan signifikan pada tahun ini.
Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di 38 kabupaten/kota.
“Di 38 kabupaten/kota masih ada sekolah yang membutuhkan perhatian serius. Namun, dengan keterbatasan anggaran, kami terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar pembangunan dan perbaikan sekolah bisa terus berjalan,” katanya.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam Hardiknas 2026 adalah pengembangan kendaraan listrik oleh SMK di Jawa Timur.
Dari total 229 SMK negeri dan sekitar 1.800 SMK swasta, sebanyak 130 sekolah kini telah mampu memproduksi kendaraan listrik, baik melalui pembuatan baru maupun konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
“Beberapa sekolah bahkan sudah mendapat pesanan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM ke listrik. Ini menjadi bukti bahwa hasil pendidikan kita mulai diakui dunia industri,” ungkap Aries.
Selain inovasi teknologi, Dindik Jatim juga meluncurkan program Sekolah Integritas yang saat ini diterapkan di 40 sekolah di seluruh kabupaten/kota.
Program tersebut menitikberatkan pada pembentukan karakter kejujuran melalui berbagai praktik sederhana seperti kantin kejujuran, ujian tanpa pengawasan ketat, hingga pembelajaran tanpa penyalahgunaan gadget.
“Ini masih tahap pilot project. Nantinya, 40 sekolah ini akan menjadi benchmark untuk diterapkan di sekolah lain,” jelas Aries.
Ia menegaskan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan demi menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.
“Ini momentum untuk restart kembali. Kita ingin pendidikan di Jawa Timur semakin maju, merata, dan benar-benar berdampak bagi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya