13 Sumur Migas Baru Ditemukan di Kaltim, Cadangan Minyak Capai Hampir 1 Juta Barel

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 5 Mei 2026 | 13:05 WIB
Selain 13 sumur baru tersebut, PHSS saat ini juga telah mengelola 79 sumur migas di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja.
Selain 13 sumur baru tersebut, PHSS saat ini juga telah mengelola 79 sumur migas di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja.

radarsurabayabisnis.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menemukan potensi 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dari temuan tersebut, cadangan minyak diperkirakan mencapai 0,96 juta barel atau hampir 1 juta barel. Sementara potensi cadangan gas diproyeksikan mencapai 11,64 miliar kaki kubik.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan 13 sumur tersebut merupakan sumur baru yang akan dikembangkan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 9 Hari Beruntun, Brent Hampir Tembus US$120

“Untuk potensi gasnya mencapai 11,64 miliar kaki kubik, sedangkan untuk minyaknya 1 juta barel,” ujar Djoko dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta, Senin (4/5).

Salah satu sumur yang menjadi fokus pengembangan adalah sumur MUT-346 OS HZ. Sumur tersebut ditargetkan mampu memproduksi gas hingga 7,3 juta kaki kubik per hari.

Djoko menjelaskan, proyeksi cadangan gas dari sumur tersebut mencapai 3,6 miliar kaki kubik gas. Dalam perhitungan industri migas, satu juta kaki kubik gas setara dengan 1.000 MMBTU.

Dengan asumsi harga gas sebesar 7,7 dolar AS per MMBTU untuk periode 2026–2031 serta kurs rupiah Rp17.000 per dolar AS, nilai cadangan gas dari sumur tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp471 miliar.

Baca Juga: Menilik Masa Depan Gas Masela Setelah LDA Disepakati, Seluruh Gas Dilaporkan Ludes Terjual

Tak hanya itu, pendapatan kotor dari pengembangan sumur diproyeksikan menyentuh Rp355 miliar, sementara penerimaan pemerintah setelah pajak diperkirakan sekitar Rp87 miliar.

“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Bulan depan kami mulai mengebor,” kata Djoko.

Selain 13 sumur baru tersebut, PHSS saat ini juga telah mengelola 79 sumur migas di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja.

Djoko pun mengapresiasi dukungan Kementerian Transmigrasi yang dinilai membuka peluang strategis bagi pengembangan sektor energi nasional melalui pemanfaatan kawasan transmigrasi.

“Saat ini, minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Kita mencari minyak di luar negeri pun tidak mudah. Kalau pun ada, harganya mahal. Ini sangat strategis,” tegasnya.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
sumur migas pengeboran skk migas minyak bumi