Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Stok Minyakita di Jawa Timur Dilaporkan Semakin Menipis, Bakal Naik

Mus Purmadani • Selasa, 5 Mei 2026 | 06:01 WIB
Mendag Pastikan Kenaikan Harga Minyakita Bukan Dampak Biodiesel B50
Mendag Pastikan Kenaikan Harga Minyakita Bukan Dampak Biodiesel B50

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Indonesia membuka peluang menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng subsidi Minyakita di tengah lonjakan harga crude palm oil (CPO) global. Rencana penyesuaian harga ini tengah dikaji sebagai langkah menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual di pasar.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa wacana kenaikan HET Minyakita tidak berkaitan dengan implementasi program biodiesel B50.

Menurutnya, langkah tersebut murni dipengaruhi kondisi pasar global yang berdampak langsung terhadap biaya produksi minyak goreng dalam negeri.

“Kita perlu melakukan penyesuaian,” ujarnya.

Baca Juga: Spekulasi Minyakita Naik Gara-Gara B50, Mendag Budi Santoso Ungkap Fakta

Budi menjelaskan, harga acuan Minyakita belum mengalami perubahan sejak 2024. Karena itu, evaluasi harga dinilai menjadi langkah wajar di tengah naiknya biaya produksi.

Meski demikian, pemerintah hingga kini belum mengambil keputusan final terkait kenaikan harga minyak goreng subsidi tersebut.

“Kami masih mempertimbangkannya,” imbuhnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan pasokan Minyakita tetap menjadi prioritas nasional dengan harga yang diupayakan tetap terjangkau. Saat ini, harga Minyakita secara nasional tercatat berada di kisaran Rp15.800 per liter, turun tipis dari sebelumnya Rp15.900 per liter.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Senin 4 Mei 2026, Cabai Rawit Melonjak Tajam

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan situasi berbeda. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional Surabaya, harga Minyakita justru melonjak tajam hingga menyentuh Rp23.000 per liter.

Tak hanya mahal, stok Minyakita juga mulai sulit ditemukan dalam dua pekan terakhir.

“Barang susah didapat, harganya juga mahal. Padahal, banyak yang cari merek ini karena harganya dulu terjangkau,” ujar Qomsiah, pedagang di Pasar Dukuh Kupang Surabaya.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat beralih ke minyak goreng curah meski harganya juga ikut naik. Saat ini minyak curah dijual sekitar Rp22.000 per kilogram, sementara kemasan kecil 250 gram dibanderol Rp5.500.

Sementara untuk minyak goreng premium, harga masih relatif stabil namun tetap tinggi. Merek Sunco dijual sekitar Rp25.000 per liter, sedangkan Sania dan Tropical berada di kisaran Rp23.000 per liter.

Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan operasi pasar dan menambah distribusi ke pasar tradisional agar harga kembali stabil dan stok mencukupi.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat melakukan langkah antisipasi. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan pihaknya terus memantau ketersediaan pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di pasar.

“Kami selalu mengidentifikasi ketersediaan pasokan, kemudian memonitor harga-harga di pasar. Selain itu, kami juga mencari tahu di mana letak sumbatan distribusi agar bisa segera dicarikan solusi,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika ditemukan hambatan distribusi, Pemprov Jatim akan mencari jalur alternatif agar pasokan tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Sementara itu, stok Minyakita di Jawa Timur dilaporkan semakin menipis. Perum Bulog Kanwil Jawa Timur mencatat ketersediaan saat ini hanya sekitar 400 ribu liter atau sekitar 10 persen dari total kebutuhan bulanan masyarakat yang mencapai 4,5 juta liter.

Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu, mengakui jumlah stok tersebut jauh dari ideal.

“Kebutuhan itu sekitar 4,5 juta liter per bulan. Jadi, dengan stok 400 ribu liter, saat ini memang sangat minim. Mudah-mudahan nanti kita dapat pasokan lagi,” ujarnya.

Editor : Hany Akasah
#cpo #MinyaKita #minyak goreng #HET Minyakita